Meningkatkan sikap positif terhadap perilaku tidak merokok dan kecenderungan untuk berhenti merokok melalui pelatihan kecerdasan emosional pada siswa SMA di Kabupaten Aceh Barat Daya-NAD
LIZAM, T. Cut, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si, Ph.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Hampir semua orang mengetahui bahwa asap rokok membahayakan kesehatan si perokok maupun orang di sekitar (perokok pasif). Pengaruh teman sebaya, penampilan diri, ingin tahu, stres, rasa bosan, ingin terlihat gagah dan ingin menunjukkan sifat menentang, merupakan hal-hal yang mengkontribusi remaja mulai merokok. Oleh karena itu, dibutuhkan pendidikan kesehatan dalam rangka meningkatkan sikap positif terhadap perilaku tidak merokok dan kecenderungan untuk berhenti merokok dengan memberdayakan emosinya sendiri, seperti memahami, mengenali, mengelola serta mengendalikan emosinya secara benar dan tepat melalui pelatihan kecerdasan emosional. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan kecerdasan emosional untuk meningkatkan sikap positif terhadap perilaku tidak merokok dan kecenderungan untuk berhenti merokok pada kelompok intervensi dan perbedaan sikap dan niat/kecenderungan untuk berhenti merokok pada kelompok intervensi dengan kontrol. Metode : Quasi experimental study dengan rancangan pre-test and post-test with control design. Kelompok eksperimen diberi perlakuan pelatihan kecerdasan emosional dengan metode kuliah (lecture) dan diskusi sensitivitas (sensitivity training). Besar subjek pada penelitian ini adalah 43 subjek untuk kelompok intervensi dan 41 subjek kelompok kontrol dengan populasi penelitian adalah siswa laki-laki yang merokok kelas II IPS. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test untuk satu kelompok dan uji independent ttest pada kelompok berbeda dengan taraf signifikansi 5% atau p<0,05. Hasil : Terjadi peningkatan sikap positif terhadap perilaku tidak merokok terutama pada uji pasangan pretes dengan postes-1, pasangan pretes dengan postes-2 secara bermakna (p<0,05) dan terjadi peningkatan kecenderungan untuk berhenti merokok pada kelompok intervensi. Terjadi perbedaan sikap dan kecenderungan secara bermakna (p<0,05) pada kelompok intervensi dengan kontrol. Tidak terjadi peningkatan sikap positif terhadap perilaku tidak merokok pada kelompok intervensi terutama pada indikator memotivasi diri dan pada uji pasangan postes-1 dengan postes-2. Kesimpulan : Pendidikan kesehatan melalui pelatihan kecerdasan emosional ternyata mampu meningkatkan sikap positif terhadap perilaku tidak merokok dan kecenderungan untuk berhenti merokok pada remaja.
Background : Almost everybody knows that smoke could endangered smoker’s health and people surrounding (passive smoker). The influence of peer, self appearance, curiosity, stress, boring, masculinity and rebelience are some of major issues that could contribute teenagers to start smoking. Therefore, health education is needed to improve positive attitude toward non smoking behavior and tendency to quit smoking by empowering their own emotional through emotional intelligence training. Objective : This research was aimed to find out the influence of training on emotional intelligence in order to improve positive attitude toward non smoking behavior and tendency to quit smoking in intervention group and the difference on attitude as well as intention to quit smoking in intervention group with control group. Method : Quasi experimental study was conducted with pre-test and post-test with control design. Experiment group was given training on emotional intelligence with lecture method and sensitivity training. The research subjects were 43 in intervention group and 41 in control group with research population was boys who smoke in grade II of social science majoring class. Data analysis was conducted with paired t-test for one group and independent t-test in different group with significance level of 5% or p<0.05. Result: There was a significant positive improvement on attitude toward non smoking behavior, especially in pretest and posttest-1, pretest and posttest 2 (p<0.05) and there was an improvement on tendency to quit smoking in intervention group. There was a significant difference (p<0.05) on attitude in intervention and control groups. Furthermore, there was not an improvement on positive attitude toward non smoking behavior in intervention group especially in the indicator of self motivation and in posttest 1 and posttest 2. Conclusion : Health education through training on emotional intelligence could improve positive attitude toward non smoking behavior and tendency to quit smoking in teenager.
Kata Kunci : Pelatihan kecerdasan emosional,Sikap terhadap merokok,Kecenderungan untuk berhenti merokok,training on emotional intelligence, attitude toward smoking and tendency to quit smoking