Laporkan Masalah

Hubungan status sosial ekonomi dengan perilaku seksual remaja pada siswa SMA negeri di Kabupaten Gunung Kidul

ANJARWATI, Prof. dr. Djaswadi D, SpOG(K), MPH, Ph.D

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa yang kritis dalam siklus kehidupan manusia. Pada masa ini, remaja mengalami perubahan yang mendasar dalam sikap dan perilaku seksual. Perubahan ini menimbulkan permasalahan seksual pada remaja misalnya perilaku seksual sebelum menikah. Dampak dari perilaku seksual remaja diantaranya adalah kehamilan tidak dikehendaki, aborsi, putus sekolah, STDs dan masalah psikologis. Hal-hal yang mempengaruhi perilaku seksual adalah status sosial ekonomi, struktur sosial politik, gender, budaya, modernisasi, lingkungan dan pengaruh teman sebaya. Kabupaten Gunungkidul adalah daerah dengan status sosial ekonomi rendah di wilayah Daerah Istimewa Yoyakarta. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan status sosial ekonomi dengan perilaku seksual remaja di Kabupaten Gunungkidul. Metode Penelitian: Penelitian observasional dengan rancangan crosssectional mengunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data kualitatif dilakukan dengan indepth interview. Sampel diambil sebanyak 150 orang dari siswa SMA Negeri I Wonosari dan SMA Negeri I Karangmojo Kabupaten Gunungkidul dengan simple random sampling. Hasil Penelitian : Prevalensi remaja yang mempunyai perilaku seksual tinggi pada kelompok remaja dengan status sosial ekonomi rendah sebanyak 77,0% dan 50,0% pada remaja dengan status sosial ekonomi tinggi. Status sosial ekonomi berhubungan secara signifikan dengan perilaku seksual remaja (RP=1,5; CI 95%=1,15-2,05). Hasil analisis data kualitatif menunjukkan adanya persepsi bahwa kurangnya ketaatan beragama, kesempatan dan adanya dorongan hasrat seksual sebagai faktor yang mempengaruhi perilaku seksual. Kesimpulan: Prevalensi remaja dengan status sosial ekonomi rendah memiliki perilaku seksual yang lebih tinggi dibandingkan dengan remaja yang berstatus sosial ekonomi yang lebih tinggi.

Background: Adolescent period is a critical period in human cyclic period. In this period, adolescent are undergoing fundamental change in attitude and sexual behavior. This change causes sexual behavior problems such as premarital sexual behavior. The impacts of adolescent sexual behavior are unwanted pregnancy, abortion, drop out from school, STDs and psychological problems. Adolescent sexual behavior could be also influenced by socioeconomic status, socio-politic, gender, culture, modernization, environment and peer influence. Gunungkidul district is a low socioeconomic status area in Daerah Istimewa Yogyakarta. Objective: The aim of this study is to explore the relationship between socioeconomic status and adolescent sexual behavior in Gunungkidul District. Method: This is an observational study with a cross sectional design using quantitative and qualitative approaches. Qualitative data are collected by indepth interview. The subjects of this research are 150 students of SMA Negeri I Wonosari and SMA Negeri I Karangmojo of Gunungkidul district using simple random sampling. Results: The prevalence of adolescent with lower socioeconomic status had higher sexual behavior than that with higher socioeconomic status. Using multivariable analysis, socioeconomic status significantly related to adolescent sexual behavior (RP=1,5; CI 95%=1,15-2,05). Family income also contributed to adolescent sexual behavior. Furthermore, the result of qualitative data analysis showed that the less religiosity, opportunity and demand for sexual behavoir actualization were factors which impacted to the adolescent sexual behavior. Conclusion: The prevalence of adolescent with lower socioeconomic status had higher sexual behavior than that of adolescent with higher socioeconomic status.

Kata Kunci : Status sosial ekonomi, Perilaku Seksual,Remaja, Kabupaten Gunung Kidul, socioeconomic status, adolescent, sexual behavior, Gunungkidul district.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.