Infeksi malaria pada ibu hamil dan kejadian BBLR di Kabupaten Bintan
SUHARTI, Prof. dr. Djaswadi D, SpOG(K), MPH, Ph.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Di Kabupaten Bintan angka kejadian malaria pada tahun 2007 1,15 persen dengan AMI 126,5 perseribu penduduk. Di daerah endemik malaria pada ibu hamil berkontribusi terhadap angka kematian ibu, bayi dan neonatal karena dapat menyebabkan komplikasi pada ibu hamil seperti anemia sehingga menyebabkan janin yang dikandungnya menjadi berat lahir rendah, kelahiran prematur, lahir mati, malaria kongenital dan lain-lain. Kejadian BBLR di Indonesia adalah sebesar 3- 13%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan infeksi malaria pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Kabupaten Bintan. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasi dengan rancangan retropektif cohort study. Populasi yang dipakai dalam penelitian adalah ibu yang melahirkan dengan malaria positif di fasilitas kesehatan Kabupaten Bintan. Besar sampel 78 orang untuk tiap kelompok. Teknik pengambilan sampel adalah metode pencocokan / matching. Analisis data terdiri dari analisis univariabel, analisis bivariabel menggunakan chi-quare ( c 2 ) dan analisis multivariabel menggunakan regresi logistik. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara ibu hamil malaria dengan BBLR (RR 2,6 CI=1,48-4,78). Ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan BBLR (RR 5,2 CI=2,99-9,04). Ada hubungan yang bermakna antara ANC dengan BBLR (3,1 CI=1,85-8,25). Kesimpulan: Ada hubungan yang antara ibu hamil malaria dengan paritas dan ANC terhadap kejadian BBLR.
Background: In Bintan District, the incidence of malaria in 2007 was 1.15 percent with AMI of 126.5 per 1000 people. In endemic area, malaria contributes to newborn, infant and maternal mortality because malaria can cause pregnancy complications such as anemia. Consequently, this condition leads to the incidence of low birth weight, preterm delivery, stillbirth, congenital malaria and etc. However, the incidence of LBW in Indonesia is 3-13%. Objective: To study the relationship between malaria infection among pregnant women and the incidence of LBW in Bintan District. Method: This was an observational study with retropective cohort study design. The population was delivering women with malaria positive in health facilities of Bintan District. Samples were 78 people for each group. Sampling technique used matching method. Data were analyzed with univariable analysis, bivariable analysis using chi-quare ( c 2) and multivariable analysis using logistic regression. Results: Findings showed that there was a significant relationship between malaria infection among pregnant women and the incidence of LBW (RR 2.6 CI=1.48-4.78), between parity and the incidence of LBW (RR 5,2 CI=2,99-9,04) and between ANC and the incidence of LBW (3.1 CI=1.85-8.25). Conclusion: There was relation between malaria infection among pregnant women, parity, and ANC and LBW.
Kata Kunci : Kehamilan malaria, BBLR, Malaria in pregnancy.