Peran ayah pada kepatuhan ibu dalam pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo Kota Yogyakarta
WULANDARI, Desnita Ekaratri, Prof. dr. Djaswadi D., SpOG(K), MPH, Ph.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatarbelakang: Menyusui segera setelah lahir dan pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan sangat penting untuk kelangsungan hidup maupun pertumbuhan bayi. Ayah berperan dalam mempengaruhi keputusan untuk menyusui. Meskipun memberikan ASI eksklusif sangat penting, para ibu sering tidak dapat menyusui secara tuntas hingga 6 bulan atau menghentikan aktivitas menyusui itu lebih dini. Enam faktor yang mempengaruhi diantaranya: peran ayah, kepatuhan ibu dalam pemberian ASI eksklusif, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dukungan personil kesehatan, dan dukungan sosial. Tujuan: Mengetahui seberapa besar peran ayah dalam mendukung kepatuhan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian rancangan potong-lintang (cross-sectional study), dengan pendekatan secara kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi berusia 6-12 bulan di Kecamatan Tegalrejo. Jumlah responden yang diambil sebanyak 110. Sampel diambil dengan cara proportional sampling dan simple random sampling. Data dianalisa dengan menggunakan metoda univariabel, bivariabel dan multivariabel. Analisis penelitian ini dengan menggunakan chi-square pada tingkat signifikan p=0.05 dan CI 95%. Analisis multivariabel dengan menggunakan binary regressión. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan ibu dalam pemberian ASI eksklusif dengan peran ayah yang baik (OR=2.93; 95%CI=1,68-5,11) dan dukungan sosial (RR=1.87; 95%CI=0,20-1,12). Pada wawancara mendalam menunjukkan bahwa peran ayah dan dukungan sosial telah cukup berperan dengan baik dan kurangnya konseling tentang ASI eksklusif. Kesimpulan: Ayah yang berperan akan meningkatkan kepatuhan ibu dalam pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo, Yogyakarta.
Background: Breastfeeding after being born immediately and exclusively until six months old is important for the survival and optimal growth of infant. Fathers particularly are known to influence breastfeeding decision. But, although the exclusive breastfeeding is very important for the infant, mothers cannot frequently breastfeed completely until six months or ceases to breastfeed optimally at earlier time. Six factors influencing are: father’s role, mother’s compliance, mother’s education, mother’s occupation, the support of health personnel and the support of society. Objective: To know how big the father’s role to mother’s compliance on exclusive breastfeeding pratice in the public health centre of Tegalrejo area, Yogyakarta municipality. Method: This is a cross sectional study design. The data by quantitative and qualitative approach. Samples of this research are mother’s breastfeeding with baby at 6-12 months in Kecamatan Tegalrejo. The total sample are 110 respondents. The samples are available with proportional sampling and simple random sampling. The data were analyzed using univariable, bivariable and multivariable methods. The analysis uses chisquare at significant level p=0.05 and CI 95%. Multivariable analysis uses binary regression. Result: Father’s role is significantly associated with the support of health personnel (OR=2.93; 95%CI=1,68-5,11) and the support of society (RR=1.87; 95%CI=0,20-1,12). The in depth interview result shows that father’s role and the social support are not roled at all yet, and lack of counseling about exclusive breastfeeding. Conclusion: The advance of the father’s role will increase the mother’s compliance on exclusive breastfeeding practice in the public health centre of Tegalrejo area, Yogyakarta municipality.
Kata Kunci : Peran ayah,Kepatuhan ibu,ASI eksklusif, father’s role, mother’s compliance, exclusive breastfeeding.