Laporkan Masalah

Hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan perilaku hubungan seksual pranikah pada siswa SMA di Jakarta

TJIPTANINGRUM, Karnasih, Prof. dr. Djaswadi D., SpOG(K), MPH, Ph.D

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latarbelakang: Masalah penting yang dihadapi remaja ketika mulai memasuki periode kematangan seksual adalah mengenai kesehatan reproduksi. Hal itu disebabkan kemampuan reproduksi sudah mulai berfungsi dengan baik. Risiko hubungan seksual pranikah yang tidak aman disebabkan remaja tidak mengetahui kesehatan reproduksi remaja dari sumber yang benar dan tepat. Risiko yang ditimbulkan akibat hubungan seksual pranikah adalah: kehamilan tidak diinginkan (KTD), penyakit menular seksual (PMS), HIV/AIDS dan aborsi. Meskipun terjadi kecenderungan hubungan seksual pranikah dikalangan remaja meningkat, tetapi masih terdapat remaja yang tidak melakukan hubungan seksual pranikah. Faktor–faktor yang mempengaruhi adalah karena remaja masih sekolah, adanya peran aktif orangtua, adanya pengaruh positif agama, dan risiko yang di timbul karena seks bebas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan pencengah perilaku hubungan seksual pranikah siswa SMA di Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Didukung data kualitatif menggunakan wawancara mendalam (indept Interview). Subjek penelitian adalah siswa usia 15-19 tahun di SMU 11 Jakarta. Tehnik pengambilan sampel menggunakan metode pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling). Besar sampel 141 responden dan 4 orang indepth interview. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dan Binomial Regresi dengan tingkat kemaknaan Rho < 0,05. Hasil : Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan pencegahan perilaku hubungan seksual pranikah (RP= 1,3 ; Rho=0,03), (2) terdapat hubungan yang bermakna antara pengaruh positif agama dengan pencegahan perilaku hubungan seksual pranikah (RP=1,64; Rho=0,01), (3) terdapat hubungan yang bermakna antara peran orang tua, perialku teman sebaya, resiko hubungan seksual pranikah dengan pengetahuan (Rho=0,03; Rho=0,02; Rho=0,001). Kesimpulan: semakin tinggi pengetahuan kesehatan reproduksi semakin tinggi pencegahan perilaku hubungan seksual

Background: An important issue faced by adolescents when they reach sexual maturity period is about reproductive health. This is due to the reproduction ability that begins to function well. The risks of unsafe premarital intercourse are caused by adolescents’ lack of correct and appropriate information sources about reproductive health. As a matter of fact, some risks caused by premarital intercourse are unwanted pregnancy, sexually transmitted disease, HIV/AIDS and abortion. However, although there is an increased trend on premarital intercourse among adolescents, many adolescents still do not commit premarital sexual intercourse. And, factors that influence the adolescents not to have premarital sexual intercourse, among others, are adolescents’ status of still becoming a student, parents’ active role, religious positive impacts, and the risks because of free sex. Objective: To study the relationship between adolescents’ knowledge about reproductive health and the prevention of premarital sexual intercourse behavior among students of senior high schools in Jakarta. Method: This was an observational and analytic study with a cross sectional study design. The qualitative data were collected through in-depth interview. Subjects were students 15-19 years of age in SMU 11 Jakarta. Samples were selected with simple random sampling. The number of samples was 141 respondents and four persons for in-depth interview. The data were then analyzed using chi-square test and binomial regression with Rho < 0.05. Results: The findings showed that (1) there was a significant relationship between knowledge about reproductive health and the prevention of premarital sexual intercourse behavior (RP= 1.3; Rho=0.03), (2) there was a significant relationship between religious positive impacts and the prevention of premarital sexual intercourse behavior (RP=1.64; Rho=0.01), and (3) there was a significant relationship between parents’ role, peers’ behavior, and the risks of premarital sexual intercourse and knowledge (Rho=0.03; Rho=0.02; Rho=0.001). Conclusion: Higher level of knowledge about reproductive health would likely result in higher level of premarital sexual intercourse prevention.

Kata Kunci : Remaja,Kesehatan reproduksi,Pencegahan perilaku hubungan seksual, adolescents, reproductive health, prevention of sexual intercourse behavior


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.