Informed choice sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberlangsungan penggunaan kontrasepsi :: Analisis data SDKI 2002-2003
DWIYANTO, Toni, Prof. dr. M. Hakimi, SpOG(K), Ph.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Informed choice merupakan hasil dari sebuah proses konseling yang dapat menjadi indikator kualitas pelayanan keluarga berencana (KB). Belum optimalnya tingkat keberlangsungan penggunaan kontrasepsi diasumsikan karena proses konseling yang belum tepat, sehingga tidak menghasilkan informed choice pada klien/calon akseptor. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat keberlangsungan penggunaan kontrasepsi antara peserta KB yang memperoleh informed choice dengan yang tidak memperoleh informed choice, serta faktor lain yang ikut mempengaruhi tingkat keberlangsungan penggunaan kontrasepsi. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dan menggunakan data sekunder SDKI tahun 2002- 2003. Populasi sasaran dari penelitian ini adalah wanita pernah kawin umur 15 sampai 49 tahun, sedangkan sampel penelitian adalah wanita status kawin pengguna kontrasepsi pil, suntikan, IUD dan implan yang tingkat keberlangsungan penggunaan kontrasepsinya dipengaruhi oleh informed choice. Analisis data dilakukan dengan analisis univariabel dengan menampilkan tabel frekuensi, analisis bivariabel dilakukan dengan menghitung chi square dan ratio prevalence (RP), serta analisis multivariabel dengan menyajikan hasil perhitungan regresi binomial dengan interval kepercayaan 95%. Hasil Penelitian : Pada penggunaan kontrasepsi yang lebih dari 24 bulan, tidak terdapat perbedaan yang bermakna, baik secara statistik maupun secara praktis pada pengguna kontrasepsi pil, suntik, IUD dan implan diantara yang memperoleh informed choice dan yang tidak memperoleh informed choice (RP=1.01; IK 95%=0.95-1.09). Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan prevalensi pada pemakaian kontrasepsi pil, suntik, IUD dan implan yang lebih dari 24 bulan diantara yang memperoleh informed choice dan yang tidak memperoleh informed choice .
Background: Informed choice is a counseling process that can become an indicator from the quality of family planning services. The less continuation of contraceptive use is assumed due to inappropriate counseling process, so that informed choice is not obtained. Objective: To identify the difference of contraceptive use continuation among contraceptive users with informed choice and contraceptive users without informed choice, and to identify other factors that also affects contraceptive use continuation. Method: An observational study was conducted with a cross sectional study design using 2002-2003 IDHS secondary data. The samples were married women of 15-49 years of age that used pill, injectable, IUD and implant contraceptives with their contraceptive use continuation affected by informed choice. Data were analyzed with univariable analysis using frequency table; bivariable analysis using chi square and prevalence ratio; and multivariable analysis using binomial regression with CI 95%. Result: At the contraceptive use for more than 24 months, there was no significant difference (p-value >0.05), both statistically and practically among the users of pill, injectable, IUD, and implant contraceptives with informed choice and without informed choice (RP=1.01; CI 95%=0.95-1.09). Conclusion: The continuation rate of pill, injectable, IUD and implant users’ did not have a positive relationship with informed choice.
Kata Kunci : Informed choice, keberlangsungan kontrasepsi, contraceptive continuity