Asupan zat gizi dan kejadian anemia pada ibu hamil di Kabupaten Kolaka Utara Propinsi Sulawesi Tenggara
KASMADA, Misda, dr. Detty Sitti Nurdiati, SpOG, MPH, Ph.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara menggambarkan prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 67,3%, antara lain disebabkan oleh asupan gizi yang masih rendah. Hasil studi pendahuluan ditemukan bahwa Kabupaten Kolaka Utara merupakan salah satu kabupaten baru yang belum ada data tentang prevalensi anemia pada ibu hamil. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran prevalensi anemia pada ibu hamil antara asupan zat gizi yang kurang dengan asupan zat gizi yang cukup. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah observasional menggunakan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian adalah ibu hamil dengan usia kehamilan diatas 12 minggu sebanyak 132 orang. Pengukuran Hb menggunakan metode cyanmethaemoglobin dan konsumsi makanan menggunakan metode recall 24 jam. Untuk analisis bivariabel dengan uji Chi-square (c 2) dan analisis multivariabel dengan uji regresi logistik. Hasil: Prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 75% (rata-rata kadar Hb 10,8 gr%/dl). Asupan zat gizi rata-rata kurang dari 90% AKG untuk ibu hamil. Kejadian anemia lebih banyak pada ibu hamil yang asupan zat gizi kurang antara lain asupan protein RP 1,25 (1,01-1,55), zat besi RP 1,68 (1,22-2,33), asam folat RP 1,55 (1,03-2,34) dan zat seng RP 1,88 (1,21- 2,93) dibandingkan ibu hamil dengan asupan zat gizi yang cukup. Faktor lain yang bermakna adalah jarak kehamilan < 24 bulan RP 1,35 (1,10- 1,66), paritas 3 kali RP 1,34 (1,10-1,64) dan menderita penyakit infeksi RP 1,24 (1,02-1,51). Kesimpulan: Prevalensi anemia lebih banyak pada ibu hamil dengan asupan zat gizi (protein, zat besi, asam folat dan zat seng) yang kurang, jarak kehamilan < 24 bulan, paritas 3 kali dan menderita penyakit infeksi.
Abstract: Health office of Southeast Sulawesi Province illustrates that the prevalence of anemia among pregnant women is 67.3%. This high rate is caused of poor nutritional intake or malnutrition. Unfortunately, the district of Kolaka Utara is a new district which has no data about nutritional intake in relation to anemia in pregnant women for there is no previous study on this issue carried out. This is the reason why this investigation is done. Objective: To get the description of anemia prevalence among pregnant women between the insufficient nutrition intake. Method: This was an observational study with cross-sectional study design. The population was pregnant women in Kolaka Utara District. Subjects were 132 women. Hb was measured with a method of cyanmethaemoglobin. Data were collected through interview using questionnaire and data on food consumption used a 24-hour recall form. Bivariable analysis using Chi-square (c 2) and multivariable analysis using logistic regression. Results: The prevalence of anemia among pregnant women was 75% and the mean of Hb level <11 gr/dl. The mean of nutritional intake was lower 90% than the level of nutrient sufficiency (AKG) for pregnant women. Anemia was statistically related to nutritional intake (protein RP=1,25 (1,01-1,55), iron RP=1,68 (1,22-2,33), folic acid RP=1,55 (1,03- 2,34) and zinc RP=1,88 (1,21-2,93). Meanwhile, vitamin C was statistically unrelated. Other significant factors were pregnancy interval <24 months RP=1,35 (1,10-1,66), parity 3 PR 1,34= (1,10-1,64) and infection RP=1,24 (1,02-1,51). Conclusion: Anemia prevalence was bigger among pregnant women with insufficient nutritional intake (protein, iron, folic acid, and zinc), pregnancy intervals <24 months, parity 3 and infection.
Kata Kunci : Anemia,Asupan zat gizi,Hamil,Anemia,nutritional intake,pregnant women