Hubungan antara komunikasi orangtua-remaja dengan sikap remaja terhadap hubungan seksual pranikah di SMA Kabupaten Purworejo
NURANTI, Alifah, Prof. dr. M. Hakimi, SpOG(K), Ph.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Hubungan seksual pranikah remaja menempatkan remaja pada kelompok yang berisiko. Dampak negatif dari perilaku hubungan seksual pranikah antara lain adalah kehamilan tidak diinginkan, aborsi yang tidak aman dan infeksi terhadap penyakit menular seksual di kalangan remaja. Dampak negatif tersebut nantinya dapat menyebabkan berbagai masalah bagi kesehatan, sosial dan ekonomi bagi remaja itu sendiri maupun keluarganya. Sikap remaja terhadap seks saat ini telah berubah sangat cepat dan hubungan seksual pranikah telah dianggap sebagai sesuatu yang wajar oleh remaja. Orangtua memegang peranan penting dalam membentuk sikap remaja melalui komunikasi antara orangtua dengan remaja tentang isu seksualitas. Orangtua diharapkan menjadi sumber informasi dan pembimbing tentang seks yang pertama kali bagi remajanya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara komunikasi orangtua - remaja dengan sikap remaja terhadap hubungan seksual pranikah di SMA Kabupaten Purworejo. Metode: Jenis penelitian ini adalah studi analitik dan jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study. Subjek penelitian adalah siswa SMA yang berusia 14-17 tahun. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Jumlah sampel penelitian adalah 128 responden dan 8 informan untuk wawancara mendalam. Analisis data dengan menggunakan t-test dan multiple regression. Hasil: Hasil analisis bivariabel menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang bermakna antara komunikasi orangtua-remaja dengan sikap remaja terhadap hubungan seksual pranikah (p=0,0001), (2) terdapat hubungan yang bermakna antara karakterikstik remaja, yaitu akses terhadap media massa (p=0,0426) dan pengaruh teman sebaya (p=0,0174) dengan sikap remaja terhadap hubungan seksual pranikah, dan (3) terdapat hubungan yang bermakna antara karakterikstik orangtua, yaitu pendidikan ayah (p=0,0001), pendidikan ibu (p=0,0028), pekerjaan ayah (p=0,0021) dan pekerjaan ibu (p=0,0057) dengan sikap remaja terhadap hubungan seksual pranikah. Kesimpulan: Rata-rata skor sikap remaja terhadap hubungan seksual pranikah pada komunikasi orangtua-remaja yang baik, lebih tinggi dibandingkan dengan komunikasi orangtua-remaja yang buruk.
Background: Adolescents frequently engage in sexual behavior that put them at risk for adverse outcomes, including premarital sexual intercourse that causes unintended pregnancy, abortion and sexually transmitted diseases. Those adverse outcomes can affect adolescents’ health, social and economical conditions, neither to their family and society. Adolescents’ attitudes towards premarital sex have been changing rapidly, and premarital sex has been accepted by many young people. Parents should be and are the primary sexuality educators of their adolescent. Several parenting processes have been identified as potential influences of adolescents’ sexual attitudes and behaviors, parent–adolescent sexual communication has been characterized as critical and has been found to be a significant influence of adolescent sexual attitudes and behaviors. Objective: To study the relationship between parent-adolescent communication and adolescent’s attitude on premarital sexual behavior among senior high school students in Purworejo. Method: These studies uses analytical and observational study with a cross-sectional study design. Subjects were students 14-17 years of age in SMA Purworejo. Samples were selected with simple random sampling. The number of samples was 128 respondents and eight persons for indepth interview. The data were then analyzed using t-test and multiple regression with r<0.05. Results: The findings indicates that (1) there was a significant relationship between parent-adolescent communication and adolescent’s attitude on premarital sexual behavior (p=0.0001), (2) there was a significant relationship between adolescent characteristics: mass media exposure (p=0.0426) and peer influences (p=0.0174), and (3) there was a significant relationship between parents’ characteristics: father’s education (p=0.0001), mother’s education (p=0.0028), father’s job status (p=0.0021) and mother’s job status (p=0.0057). Conclusion: Better parent-adolescent communication would likely to have a greater value in the improvement of adolescent attitude on premarital sexual behavior.
Kata Kunci : KomunikasiOrangtua,remaja,Sikap,Hubungan seksual pranikah,Remaja, parent-adolescent communication, adolescents attitudes, premarital sexual behavior, adolescent