Hubungan pengetahuan keselamatan, kesehatan kerja dan perasaan kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja pada tenaga kerja bagian produksi PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry :: Kajian terhadap kejadian kecelakaan kerja tahun 2007
ALI, Muhamad, Dr. dr. Lientje Setyawati Maurits, MS., Sp.OK
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaLatar Belakang: Industrialisasi dapat membawa berbagai risiko yang mempengaruhi kehidupan tenaga kerja dan keluarganya, antara lain kemungkinan terjadi kecelakaan kerja, yang akan berdampak langsung pada tenaga kerja maupun perusahaan itu sendiri bila tidak dilakukan pengelolaan serta pengendalian potensi bahaya yang ada dengan baik. Tuntutan akan standar internasional membuat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi isu global yang sangat penting pada saat ini. PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry (LPPPI), telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), namun kejadian kecelakaan kerja masih juga dialami tenaga kerja. Penyebab kecelakaan kerja berasal dari unsafe action, unsafe condition dan unsafe equipment. Faktor unsafe action merupakan faktor yang paling dominan menjadi penyebab kecelakaan kerja, seperti pengetahuan K3 yang rendah dan kelelahan kerja, hal ini dikarenakan kurangnya mendapat sosialisasi dan pelatihan K3 bagi tenaga kerja, sehingga berdampak pada sikap dan prilaku tenaga kerja pada saat mereka bekerja, Kelelahan kerja merupakan salah satu gejala yang sering dialami tenaga kerja. Pengaturan waktu kerja dan istirahat, suasana kerja yang tidak ditunjang dengan kondisi lingkungan yang sehat dan nyaman merupakan pemicu terjadinya kelelahan tenaga kerja. Kelelahan kerja merupakan faktor risiko terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan K3, perasaan kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja pada tenaga di bagian produksi PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry Jambi. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah Case Control Study dengan jumlah sampel 170 orang yang terdiri 85 kasus dan 85 sampel kontrol. Hasil dan kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan sangat signifikan antara pengetahuan K3 dengan kecelakaan kerja dengan nilai pvalue = 0,000 dan nilai Odd Ratio (OR) 4,500 (2,277-8,892); perasaan kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja dengan nilai p-value = 0,000 dan nilai OR 5,488 (2,842-10,601). Analisis multivariat regresi logistik menunjukkan bahwa perasaan kelelahan kerja merupakan variabel independen yang paling berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja yang mempunyai nilai exponen beta (β) terbesar, dari hasil analisis juga terlihat nilai koefisien determinasi (R.Square) sebesar 0,333 yang berarti bahwa variabel pengetahuan K3 dan perasaan kelelahan kerja hanya dapat menjelaskan sebesar 33,3% penyebab kejadian kecelakaan kerja pada tenaga kerja bagian produksi PT. LPPPI.
Background: Industrialization can bring numerous risks that affect the life of workers and their families, such as the occurrence of on the job accident that will bring direct impact to the workers themselves or the company if there is no good management and control of hazard potentials. The demand of international standard has made occupational health as an important global issue lately. PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry (LPPPI) has implemented occupational health management system; however on the job accident still happen to workers. Causes of on the job accident may come from unsafe action, unsafe condition and unsafe environment. Factor of unsafe action is the most dominant as the cause of on the job accident, such as limited knowledge on occupational health and fatigue as a consequence of lack of socialization and training on occupational health for workers that affect to attitude and behavior of workers while they are working. Fatigue is one of symptoms frequently encountered by workers. The management of time to work and rest, work atmosphere that does not support to healthy and comfortable environmental condition which trigger to prevalence of fatigue that becomes risk factor for the prevalence of on the job accident. Objective: The study aimed to identify the relationship between knowledge on occupational health, fatigue of workers at the production department of LPPPI Jambi and on the job accident. Method: The study used case control study design with as many as 170 samples consisting of 85 samples as cases and 85 samples as control. Result and Conclusion: There was a very significant relationship between knowledge on occupational health and on the job accident with p=0.000 and OR=4.500 (2.227 – 8.892); between fatigue and on the job accident with p=0.000 and OR=5.488 (2.842 – 10.601). The result of logistic regression multivariate analysis showed that fatigue was independent variable most dominantly related to the prevalence of on the job accident with greatest ß value. The value of determinant coefficient (R2) was 0.333 meaning that variables of knowledge on occupational health and fatigue contributed 33.3% as the cause of on the job accident among workers at the production department of PT. LPPPI Jambi.
Kata Kunci : Kecelakaan kerja,Kesehatan kerja,Kelelahan kerja, occupational health, fatigue, on the job accident.