Laporkan Masalah

Analisis sisa makanan dan biaya sisa makanan pasien skizofrenia rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Madani Palu

IRAWATI, Yeni Prawiningdyah, SKM, M.Kes

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Makanan selain sebagai terapi, juga mempunyai nilai ekonomi yang cukup besar. Keberhasilan penyelenggaraan makanan dikaitkan dengan adanya sisa makanan yang dapat menunjukkan belum optimalnya suatu penyelenggaraan makanan di rumah sakit. Adanya sisa makanan menyebabkan biaya yang terbuang akibat sisa makanan. Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis sisa makanan dan biaya sisa makanan pada pasien skizofrenia rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Madani Palu. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Subjek adalah pasien skizofrenia rawat inap, mendapatkan makanan biasa, telah dipindahkan ruangan akut ke ruangan tenang 2 x 24 jam, ditempatkan pada ruangan kelas 3, dapat melakukan kegiatan makan sendiri, dengan kriteria ekslusi ada komplikasi penyakit lain yang dapat mempengaruhi nafsu makan dan mendapatkan makanan dari luar rumah sakit (n = 35). Data dianalisis secara kuantitatif dengan Chi-Square untuk melihat faktor – faktor yang berhubungan dengan terjadinya sisa makanan. Sedangkan data karakteristik responden dan biaya makanan yang hilang dari sisa makanan dianalisis secara deskriptif. Hasil : Penelitian ini menunjukkan ada perbedaan sisa makanan menurut jeins kelamin dan besar porsi terutama pada sisa nasi dan lauk hewani (p<0,05), sedangkan menurut umur, jenis penyakit skizofrenia, lama perawatan dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa sebelumnya tidak ada perbedaan yang bermakna (p≥0,05). Total biaya makan yang terbuang sehari sebesar Rp. 1.529,33,-. Kesimpulan : Ada perbedaan sisa makanan menurut jenis kelamin dan besar porsi terutama pada sisa nasi dan lauk hewani. Rata-rata jumlah sisa makanan bervariasi menurut waktu makan dan jenis makanan. Biaya makan yang terbuang bervariasi menurut jenis makanan.

Background : Food has not only considerable therapeutic but also economic value. The success of food provision is related to leftover that can indicate less optimum food provision in hospitals. Leftover indicates the presence of wasted cost. Objective : To analyze leftover and cost of leftover of schizophrenic inpatients at Madani Mental Hospital Palu. Method : The study used cross sectional method. Subject of the study were schizophrenic inpatients who got ordinary food portion had been mobilized from acute to common room 2 x 24 hours, put in class 3 room, were able to eat food on their own with exclusion criteria the presence of accompanying diseases that could affect appetite and got food from outside the hospital (n=35). Data were analyzed quantitatively using chi square to find out factors related with the presence of leftover. Data of respondent characteristics and cost of leftover were analyzed descriptively. Result : There was difference in leftover based on sex and portion in particular rice and animal side dish leftover (p<0.05) but there was no significant difference in age, type of schizophrenic disease, duration of hospitalization and previous hospitalization (p≥0.05). Total cost of wasted food a day was Rp 1,529.33. Conclusion : There was difference in leftover based on sex and portion particularly rice and animal side dish leftover. Average amount of leftover varied according to eating time and types of food. Cost of wasted food varied according to types of food.

Kata Kunci : Sisa makanan,Biaya makan yang terbuang,Pasien skizofrenia, leftover, cost of wasted food, schizophrenic patients


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.