Pengelolaan kegiatan pemberantasan malaria di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
YUSRIZAL, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Kegiatan pemberantasan malaria merupakan kegiatan yang kompleks meliputi penemuan penderita, pengobatan malaria, surveilans malaria, dan pemberantasan vektor. Agar berhasil mewujudkan AMI < 30 per 1000 penduduk, kegiatan pemberantasan malaria di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membutuhkan pengelolaan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Tujuan penelitian: Mengetahui pengelolaan, khususnya perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan dalam kegiatan pemberantasan malaria di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode penelitian: Jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi dokumen. Wawancara mendalam kepada Kadinkes, Kasubdin P2PL, Kasi P2P/ Pengelola program Malaria di Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kabupaten Bangka Barat dan Belitung Timur, serta kepala Puskesmas dan pengelola program malaria. Data dianalisis dengan editing, coding, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian: 1) kegiatan pemberantasan malaria ditandai dengan penemuan penderita secara pasif, mendahulukan formalitas, mekanis dan belum sinergi. 2) perencanaan belum sesuai dengan kebutuhan, bersifat rutinitas, dan terpusat di dinkes provinsi maupun kabupaten, 3) pengorganisasian berupa pembagian kerja menempatkan pengelola program malaria sebagai petugas yang berwenang dalam penanganan masalah malaria. Belum adanya koordinasi di antara petugas mengakibatkan belum optimalnya pemanfaatan sumber daya manusia, dana maupun sarana. 4) penggerakan belum memadai dilihat dari kurangnya komitmen pimpinan, komunikasi dan lemahnya motivasi petugas. 5) pengawasan dalam bentuk supervisi belum dilakukan secara layak, sedangkan monitoring dan evaluasi hanya dilakukan oleh provinsi. Kesimpulan: kegiatan pemberantasan malaria belum layak. Pengelolaan yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan belum dapat menjawab permasalahan malaria di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Background: Malaria control activity is a complex activity that consisted of finding patient, malaria treatment, malaria surveillance, and vector control. In order to create AMI < 30 per 1000 communities, malaria control activity in Bangka Belitung Island need management function that consisted of planning, organizing, implementing, and controlling. Objective : This research was aimed to find out management function especially in the planning, organizing, implementing and controlling in malaria control program in the province of Bangka Belitung Island. Method: Descriptive qualitative research with case study conception. Data collecting with in-dept interview and document observation. The responden of in-dept interview are head of public health service province, Kasubdin P2PL, Kasi P2P/Organizer of Malaria Program in Public Health Service Bangka Belitung Island Province, West Bangka and East Belitung district, and also head of Public Health Center and organizer of malaria program. Data analysed with editing, coding, presentation and verification data. Result: 1) Malaria control activity was insufficient. Patient finding was conducted passively, routinely, lack of quality care, mechanically and not synergy between one institution to another. 2) Planning not yet as according to requirement, regularity, and centrally in Public Health Service province and district, 3) Organizing with division of labor place organizer of malaria program as officer in charge in handling of malaria problem. There is no coordination among officers result not yet ever been optimal of exploiting of human resource, fund and infrastructure. 4) Implementing not yet ever been adequate seen from lack of leader comitment, communications and weak motivate of the officer. 5) Controlling not yet competent, while monitoring and evaluation only done by province. Conclusion: Malaria control activity was insufficient .The implementation of management functions such as planning, organizing, movement, and controlling was not suficient to overcome malaria problem in the province.
Kata Kunci : Pengelolaan,Kegiatan,Pemberantasan malaria, Management, Activity, and Malaria Control