Kompensasi dan tingkat kepuasan petugas puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Jayapura Propinsi Papua
TAPPY, Melkior, dr. Kristiani, SU
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Akses pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah oleh masyarakat di puskesmas Kota Jayapura masih kurang permasalahannya antara lain, seringnya petugas datang terlambat, pulang lebih awal. Data cakupan 3 tahun terakhir rata-rata dibawah target, demikian juga laporan bulanan banyak yang tidak masuk ke dinas kesehatan. Upaya memotivasi petugas kesehatan di era otonomi khusus papua saat ini adalah dengan memberikan kewenangan tersendiri untuk menentukan besar kecilnya kompensasi yang berakibat munculnya masalah baru antara lain terjadinya kecemburuan dan perasaan kurang adil diantara petugas kesehatan karena adanya perbedaan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui bentuk kompensasi dan kepuasan petugas puskesmas di Kota Jayapura, khususnya bentuk kompensasi yang diharapkan dan dilaksanakan, kepuasan serta keadilan terhadap kompensasi tersebut. Metode Penelitian: Jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study, metode kuantitatif dan kualitatif. Populasi adalah semua petugas di puskesmas berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Subjek penelitian adalah semua petugas puskesmas Tanjungria, Kotaraja, dan Abepura. Sampel adalah semua staf di tiga puskesmas berjumlah 97 orang, alat pengukuran data adalah kuesioner, Diskusi Kelompok Terarah dan wawancara mendalam. Hasil Penelitian: Bentuk kompensasi yang dilaksanakan selama ini bentuknya berupa uang, kesempatan melanjutkan pendidikan, dan pelatihan/seminar. Pembagiannya berdasarkan absen, besarnya tanggung jawab dan pangkat/golongan. Kompensasi yang berlaku sudah dibicarakan bersama-sama. Bentuk kompensasi yang diharapkan adalah bentuk uang, melanjutkan pendidikan dan mengikuti pelatihan/ seminar. Pembagiannya berdasarkan beban kerja, absen dan tanggung jawab. Prinsip yang digunakan adil dan terbuka. Penetuan kompensasi hendaknya dibicarakan bersama, waktu terimanya harus rutin dan jumlahnya ditambah. Tingkat kepuasan terhadap kompensasi baru mencapai 76,43 %. Aspek yang telah memberikan kepuasan adalah bentuk kompensasi uang, melanjutkan pendidikan dan mengikuti pelatihan/seminar. Pembagiannya berdasarkan absen, dan tangung jawab, serta dalam penentuan kompensasi telah dibicarakan bersama-sama. Tingkat keadilan terhadap kompensasi masih rendah yaitu 65,25%. Kesimpulan: Pelaksanaan kompensasi baik bentuk maupun dasar pembagiannya belum sepenuhnya sesuai dengan harapan, sehingga tingkat kepuasan masih kurang
Background: The utilization of government owned health service facility by community in the Community Health Center of Jayapura municipality was still less and the problems occurred were the frequent late office hours and early close hours. Data coverage in the past three years was below the target and monthly report was not accepted by the health office. The effort to motivate health care provider in autonomy era specifically in Papua was by giving authority to determine the amount of compensation that could caused a new problem such as jealousity and unfairness among the health care providers because of the difference occurred. Objective: This research was aimed to find out the form of compensation and satisfaction of health care provider in Jayapura municipality specifically in the form of expected compensation as well as satisfaction and fairness toward the compensation given. Method: This was an analytical research that used cross sectional study design as well as quantitative and qualitative methods. The population was all health care provider in Community Health Center who were included as civil servant and the research subject was all health care provider in the Community Health Center of Tanjungria, Kotaraja and Abepura. The sample was all staff of Community Health Center in three Community Health Center with the number of 97 people and the data was examined with questioner, focus group discussion and indepth interview. Result: The form of compensation was money, opportunity to continue education, and following training/seminar. The distribution should be based on work load, presence and responsibility. The principle being used was fair and open. Indeed, determining compensation should be discussed and the acceptance of time should be routine and improved. Satisfaction level toward new compensation was achieved up to 76,43%. Aspect that had satisfaction was money compensation and following education and training/seminar, distribution of compensation was based on presence and responsibility. Furthermore, the level of fairness toward compensation was still low that was 65,25%. Conclusion: The implementation of compensation form and distribution has not fulfilled the expectation so that the satisfaction level was still less.
Kata Kunci : Kompensasi, Kepuasan, Puskesmas, Compensation, satisfaction, Community Health Center.