Laporkan Masalah

Peran stakeholder terhadap program sanitasi lingkungan dalam penanggulangan demam berdarah dengue :: Studi kasus di Kabupaten Hulu Sungai Utara

IRHAM, Dra. Retna Siwi Padmawati, MA

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa kasus DBD mengalami peningkatan. Tahun 2007 jumlah kasus DBD sebanyak 115 orang dengan angka inside rate (IR) 54,89/100.000 dengan satu orang meninggal (CFR: 0,86%). Untuk membatasi penularan penyakit DBD dan mencegah KLB pemerintah selama ini masih memfokuskan kegiatan pada pemberantasan vektor dengan pengasapan (fogging focus). Program pemberantasan DBD yang terpenting adalah bagaimana pembersihan sumber jentik, dan ini membutuhkan dukungan dan peran serta akif dari sektor nonkesehatan lembaga pemerintah terkait termasuk dukungan legislatif. Tujuan Penelitian: Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menggali dan mendeskripsikan peran stakeholder terhadap program perbaikan sanitasi lingkungan dalam penanggulangan deman berdarah dengue di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah stakeholder terdiri dari Asisten II Bupati, Ketua DPRD, Ketua Komisi II, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Kabid. P2MPL, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Pendidikan Nasional, Kepala Dinas Tata Kota, Kebersihan dan Pariwisata, serta Kepala Puskesmas. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview) dan diskusi kelompok terpadu (DKT) pada masyarakat dengan kasus tinggi dan masyarakat kasus rendah. Hasil Penelitian: Persepsi stakeholder terhadap pengendalian DBD masih lebih besar pada program pengasapan. Peran stakeholder dalam penanggulangan DBD sudah cukup maksimal, namun belum mengarah pada program penanggulangan DBD. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang dipahami dan apa yang diperankan oleh stakeholder belum dapat berjalan dengan baik. Kesimpulan: Persepsi dan peran belum dapat berjalan dengan baik. Program pemberantasan DBD masih bertumpu pada upaya pemberantasan DBD yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Pelaksanaan advokasi dalam rangka mengoptimalkan peran lintas sektor dalam program sanitasi pada penanggulangan demam berdarah dengue sebaiknya lebih diintensifkan.

Background: The report of District Health Office of Hulu Sungai Utara from year to year showed that DHF case was increased. In 2007, the number of DHF case was 115 with insidence rate (IR) was 54,89/100.000 and 1 person died (CFR : 0,86%). In order to limit the transmission of DHF and to prevent the outbreak, the government has only focusing on the activity of vector control with fogging focus. For sustainability of DHF control program, the most important thing is to focus on the cleanliness of larvae source and the support as well as active participation from nonhealth sector in the government including legislative support. Objective: This research was aimed to explore and describe stakeholder’s role toward environmental sanitation improvement program in DHF control in Hulu Sungai Utara District. Method: This was a descriptive research that used case study design and the subjects ware stakeholder that consisted of assistant II regional government, head of DPRD, head of commission D, head of Bappeda, head of health office, and head division of P2MPL, head of general affair agency, head of national education, head of municipality management, cleaning and tourism as well as head of Primary Health Care. Data was collected with indepth interview and focus group discussion (FGD). Participants of FGD were community members of high case and low case insidence. Result: Stakeholder’s perception toward DHF was quite good. Stakeholder’s perception toward DHF control was bigger than vaporisation. The role of stakeholder in DHF control was quite maximum, and yet, was not entirely focus on DHF control program. Conclusion. Perception and role were not well implemented. DHF control program was still based on DHF control effort conducted by health office. Implementation of advocacy in order to optimize the role of nonhealth sector programs in sanitation in the DHF should intensification more.

Kata Kunci : Stakeholder,Sanitasi,Program DBD, Stakeholder, Sanitation, DHF Program


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.