Laporkan Masalah

Kinerja dinas kesehatan dalam penempatan tenaga di puskesmas daerah terpencil Kabupaten Konawe Propinsi Sulawesi Tenggara

AKSI, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: RPJMN peningkatan jumlah, jaringan dan kualitas puskesmas serta pemerataan dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan dasar. DAU bidang kesehatan dapat meningkatkan mutu, daya jangkau dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah, menandai kegiatan-kegiatan di daerah prioritas nasional. Kinerja puskesmas, tahun 2002 melaksanakan revitalisasi puskesmas, pendistribusian tenaga, perbaikan fisik dan pengadaan peralatan. Peraturan presiden No. 7 Tahun 2005 RPJMN tahun 2004-2009, DAK diprioritaskan pembangunan dan peningkatan sarana pelayanan kesehatan, pengadaan sarana penunjang di wilayah tertinggal, terpencil, perbatasan dan kepulauan (199 kabupaten tertinggal, 18 wilayah perbatasan dan 42 pulau kecil terluar). Propinsi Sulawesi Tenggara memiliki 3 wilayah kota, 8 wilayah kabupaten, 107 wilayah kecamatan dan 1594 wilayah kelurahan dan desa serta 1 unit pemukiman Transmigrasi. Sumber daya manusia Puskesmas Wawonii: 1 Dokter umum, 1 SKM, 1 Akper, 4 Perawat, 4 Bidan desa, 2 Gizi, 2 Kesehatan Lingkungan dan 2 Pekarya. Tujuan: Menjelaskan kinerja pelayanan puskesmas melalui penempatan, pendapatan/gaji, karir, kesempatan sekolah, dan fasilitas dalam memberikan pelayanan kesehatan di daerah terpencil kepulauan. Metode: Merupakan penelitian kualitatif, yaitu data sekunder dan data primer. Data sekunder yaitu di dinas kesehatan rekapan laporan dari puskesmas, data primer dikumpulkan dari subyek wawancara mendalam. Metode wawancara mendalam pada subyek untuk menggali informasi, meningkatkan keabsahan data, yaitu Bupati, BKD, Kepala Dinas Kesehatan dan kepala puskesmas serta koordinator program puskesmas. Hasil: Kinerja pelayanan puskesmas daerah terpencil kepulauan, Kabupaten Konawe, 27 puskesmas dengan Kapasitas pelayanan kategori satu daerah tidak terpencil 597 penduduk pertenaga, 2319 besar wilayah pertenaga kesehatan, 757 penduduk perperawat dan bidan, 0,00% puskesmas kekosongan dokter. kategori tiga sangat terpencil 1343 penduduk pertenaga, 6594 besar wilayah pertenaga kesehatan, 2067 penduduk perperawat dan bidan, 30.77% puskesmas kekosongan dokter. 17 Tenaga kesehatan puskesmas wawonii tahun 2006. kebijakan penempatan tenaga belum merata, pendapatan/gaji masih sebatas standar, pemberian reward belum ada, melanjutkan pendidikan kecuali ada penganti, sarana fasilitas masih minim dan SDM minim sehingga dapat mempengaruhi produktivitas kinerja petugas di daerah terpencil.

Background: RPJMN is the increasing of number, network and quality of health clinic as well as equity and improvement quality of basic health facilities. DAU health field can improve the quality, coverage and quality of health services in the area, mark the activities in the area of national priority. Health Clinic performance, in 2002 implemented Health Clinic revitalization, energy distribution, and physical improvements to the procurement of equipment. Presidential Regulation No. 7, 2005 RPJMN year 2004-2009, DAK prioritized on development and improvement of health services, procurement of supporting facilities in the region left behind, remote, and border islands (199 left-behind districts, 18 regions in border and 42 outest islet). Southeast Sulawesi Province has 3 areas of the city, 8 region areas, 107 districts and 1594 villages and rural areas and 1 unit Transmigration settlement. Human resources of Wawonii Health Clinic: 1 General Doctor, 1 SKM, 1 Akper, 4 Nurses, 4 Village Midwives, 2 Nutrition Officers 2 Environmental Health Officers and 2 Staffs. Purpose: To explain the performance of health centers services through placement, income/salary, career, schools opportunity, and facilities in providing health services in remote areas in the archipelago. Method: This is a qualitative research, namely secondary data and primary data. Secondary data is reports recapitulation of health centers in the health agency, primary data collected from the subject in deep interviews. Deep interview method on the subject to dig up information, to improve the validity of data, the Regent, Local Agencies Employment, Head of Health Agency, Head of a Health Center and Health Center Program Coordinator. Results: The performance of local health centers in remote islands, District Konawe, 27 health centers with a capacity of service of one category in remote areas for each health power population 597, in 2319 large areas for each health power, 757 population for each nurse and midwife, 0.00% of health center without doctor. Three most remote category is1343 population for each power, 6594 large areas for each health power, 2067 population for each midwife, 30.77% of Health Center without doctor. 17 health power of Wawonii Health Center in 2006. placement of energy policy has not been evenly distributed, the income/salary is still a standard, there has not been reward, continuing study should be with replacer, facilities are minimal as well as human resources so that affect the productivity of performance of the remote area officers

Kata Kunci : Kinerja pelayanan,Penempatan,Pendapatan atau gaji,Karir,Kesempatan sekolah dan fasilitas, Performance of service, placement, income/salary, career, opportunity schools and facilities


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.