Laporkan Masalah

Strategi pengembangan sumber daya manusia di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Provinsi Kalimantan Timur

RACHMAN, Haryati, dr. Dwi Handono Sulistyo, M.Kes

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: RSUD Abdul Wahab Sjahranie adalah rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang ditetapkan sebagai badan pelayanan kesehatan masyarakat sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional. Pengembangan sumber daya manusia mencakup dua hal pokok yaitu pendidikan dan latihan. Dalam hal ini, pengembangan sumber daya manusia belum melalui perencanaan yang baik dan belum sesuai dengan bidang yang dibutuhkan rumah sakit. Tujuan penelitian: Untuk mengevaluasi strategi pengembangan sumber daya manusia di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode: Rancangan penelitian studi kasus deskriptif. Lokasi penelitian di RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Subjek penelitian terdiri dari 9 orang yang berasal dari internal dan eksternal RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Analisis data dilakukan dengan cara melakukan interpretasi terhadap data yang telah berhasil dikumpulkan, dengan cara melakukan wawancara mendalam (indepth interview) dan observasi. Hasil Penelitian: RSUD Abdul Wahab Sjahranie melakukan pengembangan sumber daya manusia dengan strategi lebih banyak mengirimkan pegawainya mengikuti pelatihan. Prioritas dalam pengembangan sumber daya manusia lebih pada tenaga kesehatan yang berhubungan langsung dengan pelayanan kesehatan yaitu tenaga keperawatan. RSUD Abdul Wahab Sjahranie hanya memiliki kewenangan untuk mengajukan usulan pegawainya untuk mengikuti sekolah dan kewenangan ada dipihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Alokasi anggaran untuk pelatihan berasal dari dana rutin merupakan dana APBD Provinsi Kalimantan Timur dan swadana berasal dari pemasukan rumah sakit. Pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia tidak mengalami inovasi atau tidak ada sistem yang baru. Masih kurangnya tenaga kesehatan yang mengikuti pendidikan karena masih belum baiknya perencanaan. Ditinjau dari teori Resource Based View Of The Firm (RBV) RSUD Abdul Wahab Sjahranie belum berperspektif investasi, karena masih ada jumlah tenaga yang belum memenuhi kebutuhan rumah sakit dan pengembangan sumber daya manusia belum dilakukan secara maksimal. Ada kesenjangan antara persyaratan kebutuhan tenaga minimal rumah sakit Tipe B Pendidikan dengan persediaan sumber daya manusia medik, paramedik perawatan, paramedik non perawatan, dan tenaga non medik yang tersedia. Kesimpulan : Strategi yang dilakukan dalam pengembangan sumber daya manusia lebih banyak memberikan pelatihan dan prioritas pengembangan adalah tenaga keperawatan. Penetapan alokasi anggaran untuk pendidikan ada di kebijakan Pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur. Penetapan alokasi anggaran untuk pelatihan berasal dari dana swadana dan dana rutin. Pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia terhambat dengan sistem perencanaan yang belum matang. Ditinjau dari teori Resource Based View Of The Firm (RBV) pengembangan sumber daya manusia di RSUD Abdul Wahab Sjahranie belum berperspektif investasi. RSUD Abdul Wahab Sjahranie belum memenuhi kebutuhan minimal menjadi rumah sakit Tipe B Pendidikan.

Background: Abdul Wahab Sjahranie Hospital is owned by local government of Kalimantan Timur District. As a public service institution the hospital requires quality and professional human resources. Human resources development mainly consists of two issues, namely education and training. Human resources development at Abdul Wahab Sjahranie Hospital is not yet well-planned and relevant with the field needed by the hospital Objective: To identify strategy of human resources development at Abdul Wahab Sjahranie Hospital of Samarinda. Method: This was a descriptive case study carried out at Abdul Wahab Sjahranie Hospital. Subject of the study consisted of 9 people from both internal and external element of Abdul Wahab Sjahranie Hospital. Data were obtained from indepth interview and observation and interpreted descriptively. Result: Abdul Wahab Sjahranie Hospital adopted strategy of human resources development by sending staff to attend training. The priority for human development was put on health staff directly related to health services, i.e. nursing staff. Abdul Wahab Sjahranie Hospital only had authority to propose staff for further education and the decision was made by the provincial government of Kalimantan Timur. Budget allocation for training come from routine budget of local revenue and expenditure budget of Provincial Government of Kalimantan Timur and budget originating from hospital revenue. The implementation of human resources development did not change much over years. Health staff who could follow training were limited in number due to weakness in planning. According to the theory of Resource-Based View of the Firm (RBV), Abdul Wahab Sjahranie Hospital had not oriented on investment because some staff available had not fulfilled the need of the hospital. Human resources development had been well implemented. There was a gap between the requirement in the demand for minimum staff of teaching hospital type B and the supply of medical human resources, nursing paramedics, non nursing paramedics, and non medical staff available. Conclusion: The strategy adopted for human resources development was training and the priority was put on nursing staff. The decision for budget allocation was made by the local government of Kalimantan Timur. Bugdet for training originated from routine and self-funding budget. The implementation of human resources development was hindered by weak planning. According to the theory of Resource-Based View of the Firm (RBV) the development of human resources at Abdul Wahab Sjahranie Hospital was not directed toward investment. Abdul Wahab Sjahranie Hosiptal had not met the minimum need of teaching hospital type B.

Kata Kunci : Strategi,Prioritas,Pengembangan,Alokasi anggaran,Investasi,Sumber daya manusia, strategy, priority, development, budget allocation, investment, human resources, Resource-Based View of The Firm (RBV)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.