Laporkan Masalah

Perbaikan proses penyamakan kulit kambing dengan menggunakan asap cair

HERLANDRIA, Prof. Dr. Ir. Purnama Darmadji, M.Sc

2009 | Tesis | S2 Teknologi Hasil Perkebunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan asap cair dari tempurung kelapa dalam penyamakan kulit kambing untuk dijadikan kulit garmen. Meteri yang digunakan adalah kulit kambing jantan jenis peranakan etawa sebanyak 10 lembar yang kemudian dibagi me njadi 3 untuk 3 kali ulangan, masingmasing direndam dalam larutan asap cair 0 % (tanpa asap cair), 1 %, 5 % dan 10 % dengan waktu perendaman 1, 2 dan 3 jam. Kemudian pada perlakuan Pickle (pengasaman) dan Tanning Proces (penyamakan) menggunakan asap cair sebagai pengganti asam sulfat dan asam formiat. Kulit yang dihasilkan diuji kekuatan tariknya, kemuluran, kelemasan, kadar protein, lemak dan air. Hasil dari uji dianalisa dengan menggunakan analisis variansi pola faktoril 3 x 3. Dari hasil analisa kekuatan tarik dan kelemasan menunjukkan interaksi berbeda nyata dari kulit tersamak. Konsentrasi asap cair 5% dengan waktu perendaman 3 jam menghasilkan kulit kambing samak untuk garmen terbaik terhadap kekuatan tarik sebesar 229,50 kg/cm² dan kelemasan 6,20 mm. Analisa kemuluran dan kadar air kulit tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Kemuluran kulit berkisar antara 60% - 60,33% sedangkan kadar air 14,56%. Kadar air yang rendah dapat menghambat tumbuhnya mikrobia yang mengakibatkan pembusukan protein kulit. Dengan struktur kulit yang kuat maka kekuatan tariknya tetap tinggi.

The objective of this research was to study effect of liquid smoke from coconut shell in the goat skin tanning process to make garment leather. Material used were 10 pieces of goat male skin belongs to the etawa. These skins were divided in to 3 parts, each was soaked using 4 various concentration of liquid smoke solution 0% (without liquid smoke) as a control, 1%, 5% and 10% at 1, 2, and 3 hours of soaking. Firce all the experiments (except for control) were repeated three times. On the pickle and tanning treatments, the process used liquid smoke as a substitution for sulpuric acid and formic acid. The tensile strength, elongation, softness and water content of leather were analyzed. Analysis results used variance analysis with factorial pattern 3 x 3. The results analysis showed that there was significant different interaction of leather tanned. In case of concentration 5% of liquid smoke at 3 hours showed that the best tensile strength of goat skin 229,50 kg/cm2 and softness 6,20 mm, whereas elongation and water content were not significant. The elongation of leather varied between 60,00% to 60,33% and water content 14,56%. Low water content can resist microbial growing that result in skin protein spoilage. As consequence the skin structure is strong and tensile strength is still high.

Kata Kunci : Asap cair,Kulit kambing,Kekuatan tarik,Kemuluran dan kelemasan kulit,Liquid smoke,goat skin,tensile strength,elongation and softness leather


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.