Laporkan Masalah

Dampak SLPHT terhadap perubahan perilaku, produktivitas dan pendapatan petani pada perkebunan teh rakyat di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung

NOVARIYANTHY, Maya, Dr. Ir. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen Agribisnis

Pelaksanaan PHT dinilai merupakan pilihan terbaik saat ini karena dengan program PHT selaras dengan usaha-usaha peningkatan pendapatan petani dan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Salah satu cara mensosialisasikan PHT adalah melalui SLPHT. Karena SLPHT adalah suatu proses pembelajaran maka hasilnya tidak hanya dilihat dari keadaan tanaman di kebun tetapi juga dilihat dari perilaku petani yang berubah sesuai dengan prinsip PHT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristis petani alumni SLPHT dan petani non-SLPHT, dampak SLPHT terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku serta produktivitas dan pendapatan petani alumni SLPHT dan petani non-SLPHT. Selain itu juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani teh. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode simple random sampling. Sampel yang diambil sejumlah 50 petani alumni SLPHT dan 50 petani non- SLPHT yang merupakan petani satu desa dengan petani alumni. Analisis data menggunakan frekuensi, persentase, rata-rata dan interval; uji beda T; uji korelasi Pearson dan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani teh yaitu berusia antara 30-59 tahun, mempunyai rata-rata pendidikan formal sekolah dasar, mempunyai tanggungan keluarga sebanyak 4-6 orang, mempunyai luas kebun paling banyak pada luasan 0,1 – 0,5 ha, umur tanaman teh yang dimiliki 11 – 15 tahun dan mempunyai pengalaman berkebun 11-15 tahun. Selain itu juga petani alumni SLPHT memiliki tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku petani mengenai PHT lebih tinggi pada petani alumni SLPHT dibandingkan petani non-SLPHT serta produktivitas dan pendapatan petani alumni SLPHT lebih tinggi dibandingkan dengan petani non- SLPHT. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani adalah harga pucuk teh, produktivitas kebun, tenaga kerja dan dummy SLPHT.

At present, the implementation of IPM is judged as the best option for estate management considering that the IPM programme is in line with effort to increase farmer’s income as well as with the green development policies. One of methods to disseminate IPM is through FFS. Regarding that FFS is the learning process then the result from this process should be seen not only from estate condition but also from the behaviour change of the farmers which expected would agree with the IPM principles. The research is aimed to find out the farmers characteristics, impact of IPM-FFS implementation to knowledge level, attitude and behaviour; productivity and income of tea farmers; and the factors which affect income of tea farmers. Research was conducted in Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung-Provinsi Jawa Barat. Simple random sampling was employed as sampling method in this research. There were fifty farmers of IPM-FFS participants and fifty farmers of non IPM-FFS participants which can with the same village, selected randomly as sample. Frequency, percentage, average, interval, T-test, Pearson Correlation Test, Linear Regression Analysis were utilized to analyze the data. This research describes socio-economic background of farmers, the implementation of IPM and other factors which sustain the success of IPM. Result shows that 1) the level of knowledge level, behaviour and attitude of IPM-FFS participants related to IPM are higher than non IPM-FFS participants, 2) the productivity and income of IPM-FFS participants are higher than non IPM-FFS participants, 3) the price level of tea leaves, estate productivity, employee and dummy of IPM-FFS are important factors which determine farmer’s income.

Kata Kunci : PHT teh,SLPHT teh,Perilaku petani, IPM of tea, IPM-FFS of tea, farmers behaviour


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.