Evaluasi konservasi tanah dan air dalam rangka penataan penggunaan lahan pertanian di daerah aliran Sungai Katingan Kalimantan Tengah
BONAPARTEI, Prof Dr. H. Totok Gunawan
2009 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPenelitian Evaluasi Konservasi Tanah Dan Air Dalam Rangka Penataan Penggunaan Lahan Pertanian Di Daerah Aliran Sungai Katingan Kalimantan Tengah. Latar belakang penelitian adalah misi pembangunan Kabupaten Katingan “terwujudnya masyarakat kabupaten Katingan yang maju, mandiri dan produktif dalam suasana lingkungan yang sehatâ€. Tujuan untuk mengidentifikasi konservasi tanah dan air, penataan penggunaan lahan pertanian, mengkaji besarnya kehilangan tanah permukaan (erosi) dengan rumus USLE (Universal Soil Loss Equation). Digunakan sebagai dasar evaluasi konservasi tanah dan air, memberikan rekomendasi tata guna lahan pertanian anjuran, upaya konservasi tanah dan air untuk menjaga kebaikan daerah aliran sungai Katingan. Penelitian ini mebuat satuan lahan, menghitung besarnya erosi, mengamati konservasi tanah dan air, penataan penggunaan lahan pertanian sesuai Peraturan Daerah Kalimantan Tangah nomor 8 tahun 2003 tentang Tata Ruang. Hasil penelitian DAS Katingan seluas 1.972.161,78 ha, mempunyai 80 sub DAS, terdapat 51 satuan lahan, 755 poligon. Besar erosi daerah aliran sungai Katingan termauk dalam kategori sangat berat (> 480 Ton/Ha/Th) seluas (265.307,25 ha), kategori berat (180-480 T0n/Ha/Th) seluas (483.424,32 ha), kategori sedang (60-180 Ton/Ha/Th) seluas (113.323,47 ha), kategori ringan (15-60 Ton/Ha/Th) seluas (456.565,60 ha) dan kategori sangat ringan (< 15 Ton/Ha/Th) seluas (653.541,14 ha). Satuan Lahan (HP-VMed), (HP-V-Pdk), (HPT-V-Med) Hutan Produksi dan Produksi Terbatas yang mempunyai lereng diatas empat puluh persen, jenis tanah mediteran, podsolik, sangat peka terhadap erosi seluas (265.307,25 ha) direkomendasi perubahan fungsi menjadi kawasan hutan lindung, sehingga erosinya menurun termasuk kategori sangat ringan. Konservasi tanah dan air DAS Katingan sangat diperlukan, mengingat kondisi wilayah yang erosi kategori berat seluas (483.424,32 ha) dan kategori sangat berat seluas (265.307,25 ha) tersebar daerah aliran sungai Katingan bagian hulu. Penataan penggunaan lahan pertanian anjuran merekomendasikan menambah luas Hutan Lindung dari (43.606,57 ha) menjadi (308.913,82 ha) bersumber dari areal Hutan Produksi, Hutan Produksi Terbatas, yang memiliki tingkat kelerengan lebih dari empat puluh persen, jenis tanah mediteran dan podsolik sangat peka terhadap erosi. Mengingat satuan lahan menyumbang erosi dengan kategori sangat berat, agar dinjadikan kawasan konservasi yang permanen, sebagai sistem penyangga kehidupan masyarakat kabupaten Katingan. Saran perlu kajian mendalam tentang tata ruang DAS Katingan, agar dapat menjamin pembangunan berkelanjutan, mewujudkan masyarakat maju, mandiri dan produktif dalam suasana lingkungan hidup sehat.
This study is entitled “Evaluation of Land and Water Conservation in Management of Farmland around the Watershed Area of Katingan of Central Kalimantan. The background of this study corresponds with the mission of Katingan District: â€to bring about the people of Katingan District living in an advanced, independent, and productive society surrounded by a healthy environment. Identifying land and water conservation, management of farmland, and the amount loss of top soil (erosion) using USLE (Universal Soil Loss Equation) is the main purpose of the study. The result will be beneficial for the basis of land and water conservation evaluation, providing recommendation for management of farmland, and creating land and water conservation plan to preserve the watershed area of Katingan. This study applies several procedures i.e. constructing area units, calculating the amount of erosion, and observing land and water conservation and management of farmland based on Regional Regulation of Central Kalimantan No. 8 Year 2003 concerning landscape. The results reveal various facts. Katingan watershed includes an area of about 1,972,161.78 ha with 80 sub-watershed areas, 52 area units, and 755 polygonal layers. Classes of erosion in watershed area of Katingan are grouped into several categories. First category is severe (> 480 tons/ha/year) covering an area of (265,307.25 ha), heavy (180 – 480 tons/ha/yr) on an area of (483,424.32 ha), moderate (60-180 tons/ha/yr) on an area of (113,323.47), low (15-60 tons/ha/yr) on an area of (456,565.60 ha) and very low (< 15 tons/ha/yr) on an area of (653,541.14 ha). An area unit (HP-V-Med), (HP-V-Pdk), (HPTV- Med) of Productive Forest and Limited Productive Forest with sloping land covering more than forty percents, having mediteran and podsolik type of soil, highly sensitive to erosion on an area of (265.307,25 ha) is recommended to be converted into a conservation area in order to minimize its erosion level to very low category. Katingan watershed highly needs land and water conservation considering its hazardous erosive land with heavy category covers an area of approximately (483,424.32 ha) and severe category is about (265,307.25 ha) that spread across the upper course stream of Katingan River. Management of farmland is recommended by increasing the conservation area from (43,606.57) ha) to (308,913.82 ha) from the productive forest areas and limited productive forest with sloping land of more than forty percents, mediteran and podsolik soil type, and highly sensitive to erosion. Considering the existence of an area unit having severe category of erosion, it suggested to turn this class of land into a permanent conservation to support the life of Katingan District population. Furthermore, management of Katingan watershed needs in-depth investigation in order to guarantee continuous development and bring about an advanced, independent and productive living in a healthy environment.
Kata Kunci : Evaluasi konservasi,Penataan lahan Katingan, Evaluation on Conservation of Katingan Watershed