Pengembangan perangkat lunak life cycle assessment (LCA) untuk ampas tebu :: Studi kasus di Pabrik Gula Madukismo, Yogyakarta
ROSMEIKA, Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng
2009 | Tesis | S2 Teknik PertanianAmpas Tebu sebagai hasil samping dari industri pengolahan gula tebu, memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Untuk memanfaatkan ampas tebu secara optimal dan efisien, perlu dilakukan suatu analisis yang dapat menghitung kebutuhan dan penggunaan energi, serta ketersediaan energi dari ampas tebu dengan mempertimbangkan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Life Cycle Assessment (LCA) merupakan suatu metode untuk menyusun data secara lengkap, mengevaluasi dan mengkaji semua dampak yang terkait dengan produk, proses, dan aktivitas. Perangkat lunak LCA dikembangkan untuk membantu dalam proses perhitungan dan analisis. Perangkat lunak LCA dapat diterapkan terutama pada sektor industri (pabrik) yang selama ini menjadi penyumbang terbesar terjadinya pemanasan global karena emisi yang dihasilkan. Pengembangan perangkat lunak LCA untuk ampas tebu diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam menganalisis ketersediaan energi dan potensi dampak yang mungkin ditimbulkan oleh ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu perangkat lunak yang dapat mengolah data menjadi informasi mengenai Life Cycle Assessment dari ampas tebu. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data pada proses produksi gula tebu dan pemanfaatan ampasnya untuk bahan bakar ketel uap di Pabrik Gula Madukismo, Yogyakarta. Analisis data menggunakan standar analisis LCA berdasarkan ISO seri 14040. Perangkat Lunak LCA yang dikembangkan dapat digunakan untuk melakukan simulasi kondisi dalam input dan output energi, serta emisi dan dampak yang mungkin ditimbulkan dalam proses daur hidup ampas tebu pada industri gula. Hasil analisis menggunakan perangkat lunak LCA menunjukan bahwa input energi di stasiun gilingan dan stasiun ketel PG Madukismo lebih besar dibandingkan output energinya, dan pemanfaatan ampas tebu sebagai bahan bakar lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.
As by product of sugarcane industry, bagasse has potency as an alternative energy source to substitute the fossil fuel. To utilize bagasse in an optimal and efficient condition, it is necessary to make an analysis by calculation of energy requirement, energy utilization, and energy availability of bagasse for environmental impact consideration. Life Cycle Assessment (LCA) is a method for compiling data comprehensively, evaluating, and assessing all impact that related to products, processes, and activities. LCA software was developed to assist calculation and analysis process. LCA software can be applied especially in industrial sector (factory) which has the biggest contribution on global warming because of its emission. The development of LCA software for bagasse was supposed to ease the analysis of energy availability and impact that can be affected by bagasse. This study was conducted to develop software which can process data to be information of bagasse life cycle assessment. This study was done by collecting data of sugarcane process production and the utilization of bagasse as a boiler fuel at Madukismo Sugar Mill, Yogyakarta. Data analysis utilized the LCA standard analysis based on ISO 14040 series. LCA software which has been developed can be applied in a simulating for condition of energy input, energy output, emission and its impact of bagasse life cycle in the sugarcane industry. The analysis results using LCA software showed that the energy input at the mill and boiler station in Madukismo Sugar Mill was higher than energy output, and bagasse utilization as a boiler fuel was more environmental friendly than fossil fuel.
Kata Kunci : Perangkat lunak, Life cycle Assessment, Ampas tebu, Pabrik Gula Tebu, Software, Bagasse, Sugar mill