Pengaruh penambahan chorionic gonadotrophin pada medium maturasi terhadap kemampuan maturasi, fertilisasi, dan perkembangan embrio secara in vitro kambing peranakan ettawa
ADIFA, Nurvina Septi, Ir. Diah Tri Widayati, MP., Ph.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu PeternakanPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan chorionic gonadotrophin dalam medium maturasi terhadap kemampuan maturasi oosit, fertilisasi, dan perkembangan embrio kambing Peranakan Ettawa (PE) secara in vitro. Oosit dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok I, medium maturasi tanpa penambahan chorionic gonadotrophin (0); kelompok II, medium maturasi dengan penambahan chorionic gonadotrophin 10 μl/10 ml; dan kelompok III, medium maturasi dengan penambahan chorionic gonadotrophin 20 μl/10 ml. Oosit yang diperoleh, dipindahkan pada media maturasi 50 μl, kemudian ditutup dengan mineral oil. Oosit dimaturasi dalam inkubator CO2 pada suhu 39oC, kadar CO2 5%, kelembaban 95% selama 24 jam. Oosit yang matur diinseminasi dengan spermatozoa kapasitasi dengan konsentrasi 12,5 x 106 /ml. Proses fertilisasi dilakukan dalam inkubator CO2 pada suhu 39oC, kadar CO2 5%, kelembaban 95% selama 5 jam. Oosit dipindahkan ke dalam tetes G – 1 50 μl, kemudian dimasukkan dalam inkubator CO2 pada suhu 39oC, kadar CO2 5%, kelembaban 95%. Perkembangan embrio diamati setiap 24 jam. Medium diganti setiap 48 jam. Medium G – 2 digunakan hari kedua setelah kultur. Variabel yang diamati meliputi persentase oosit yang matur, angka fertilisasi, dan angka pembelahan. Data dianalisis dengan chi - square, menggunakan program SPSS 15,0. Hasil menunjukan bahwa persentase oosit yang matur dan angka fertilisasi tidak berbeda nyata secara berturut-turut yaitu 78,0%, 72,8%, 75,0% dan 76,6%, 74,5%, 77,8%. Tetapi angka pembelahan terdapat perbedaan yang nyata (P≤0,05) secara berturut-turut yaitu 40,8%, 11,4%, 12,2%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan chorionic gonadotrophin dalam medium maturasi tidak meningkatkan angka maturasi, fertilisasi, dan pembelahan embrio kambing PE in vitro. Angka maturasi, fertilisasi, dan pembelahan embrio yang paling baik adalah menggunakan medium tanpa penambahan chorionic gonadotrophin.
This research was conducted to investigate the effect of chorionic gonadotrophin addition into maturation medium on oocyte maturation, fertilization, and embryo development in vitro on the Ettawa crossbred. Oocytes were divided 3 groups, group I: maturation medium without added chorionic gonadotrophin (0), group II: 10 μl/10 ml chorionic gonadotrophin was added into maturation medium (1), group III: 20 μl/10 ml chorionic gonadotrophin was added into maturation medium (2). Oocytes were transferred into 50 μl maturation medium, then covered by mineral oil. Oocyte was incubated on 39oC, 5% CO2, 95% humidity for 24 hours for maturation. Matured oocytes were inseminated with frozen semen – thawed concentration 12.5 x 106 /ml. Process of fertilization were carried out on incubator 39oC, 5% CO2, 95% humidity for 5 hours. The fertilized oocytes were transferred into 50 μl drop G – 1, then incubated on 39oC, 5% CO2, 95% humidity. Embryo development was monitored every 24 hours. Culture medium was changed every 48 hours. G – 2 medium used second day after culture. The variable measured involved oocyte maturation, fertilization, and in vitro cleavage rate. The data were analyzed by chi – square, using SPSS 15.0 program. Result showed no significant difference on the percentage of mature oocytes and fertilization rate were 78.0%, 72.8%, 75.0% and 76.6%, 74.5%, 77.8% respectively. But cleavage rate showed significant difference (P≤0.05) were 40.8%, 11.4%, 12.2% respectively. Based on the result it could be concluded that chorionic gonadotrophin addition into maturation medium had not increase ettawa crossbred oocytes on maturation, fertilization, and in vitro cleavage rate. The best maturation, fertilization, and in vitro cleavage rate is used maturation medium without added chorionic gonadotrophin.
Kata Kunci : Oosit kambing,Chorionic gonadotrophin,Maturasi in vitro,Fertilisasi in vitro,Perkembangan embrio in vitro, Does oocyte, Chorionic gonadotrophin, In vitro maturation, In vitro fertilization, In vitro embryo development)