Laporkan Masalah

Dampak SLPHT terhadap perbaikan ekonomi petani kakao di Kabupaten Bone

ARSIAH, Dr. Ir. Slamet Hartono, SU., M.Sc

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen Agribisnis

Sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SLPHT) kakao telah dilaksanakan di kabupaten Bone sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2005. Untuk mengetahui dampak dari SLPHT tersebut perlu dilihat perubahan perilaku petani tentang 4 prinsip PHT yang telah diterapkan di kebun petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku petani SLPHT dan non SLPHT tentang 4 prinsip PHT dan untuk mengetahui dampak SLPHT kakao terhadap perbaikan ekonomi (perbaikan produksi, perbaikan produktivitas, penurunan biaya, perbaikan penerimaan, perbaikan pendapatan bersih, dan perbaikan keuntungan petani kakao). Penelitian dilaksanakan di kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode simple random sampling. Jumlah sampel petani seluruhnya adalah 45 orang petani SLPHT dan 45 orang petani Non SLPHT. Data dianalisis dengan menggunakan uji beda dua proporsi (uji z) dan uji beda dua rata-rata (uji z). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku petani SLPHT tentang 4 prinsip PHT lebih tinggi dari pada petani Non SLPHT. Terdapat perbedaan yang nyata produksi, produktivitas, pendapatan dan keuntungan antara petani SLPHT dan petani Non SLPHT, dimana produksi, produktivitas, penerimaan, pendapatan dan keuntungan petani SLPHT lebih tinggi dari pada petani Non SLPHT. Biaya usaha tani tidak berbeda antara petani SLPHT dan petani Non SLPHT. Tingkat perilaku 4 prinsip PHT petani SLPHT masih pada skala sedang.

Cocoa Farmer Field School (FFS) has been implemented in Bone District from 2003 to 2005. Assessment of farmers’ behavioral changes on the implementation of 4 Integrated Pest Management Principles are needed to know the impect of the integrated pest management farmer field school This study was aimed to compare knowledge level behavior, and farmers’ attitude between FFS alumni and Non-FFS alumni concerning 4 IPM principels, and also to know cocoa FFS impacts on the improvement og production, productivity, cost efficiency, income, net income, and profit earned by the farmer. The study was conducted in Bone district, South Sulawesi province. Sampling was one using simple random sampling. Number of sampling were 45 FFS alumni and 45 Non-FFS alumni. Data collected from sampling was then analyzed using two proportion difference test (z test) and average difference tes (z test). The result of the study show that FFS alumni pose higher knowledge, behavior and attitude if compare to Non-FFS alumni. FFS alumni earn significantly higher production, productivity, income, and profit. There was no significant difference between those two groups of sample on the cost of production. Farmers’ behavior concerning 4 IPM principles were recorded as intermediate level.

Kata Kunci : Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu,Pengetahuan,Sikap,Perilaku,Dampak,Petani,Kakao,IPM-FFS,knowledge,behavior,attitude, cocoa


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.