Laporkan Masalah

Kajian fisiologis pertumbuhan dan hasil beberapa varietas kakao hibrida di kebun Segayung Utara Kabupaten Batang

WAHYUNI, Arief Nur, Prof. Dr. Ir. Didik Indradewa, Dip.Agr.St

2009 | Tesis | S2 Agronomi

Sifat fisiologis yang berbeda pada beberapa varietas kakao hibrida menyebabkan laju pertumbuhan dan hasil tanaman berbeda. Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari sifat fisiologis pertumbuhan dan hasil beberapa varietas kakao hibrida telah dilakukan di blok IV Kebun Segayung Utara Kabupaten Batang, pada bulan Agustus – Desember 2008. Delapan belas varietas kakao hibrida disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terbagi dalam tiga set dan dengan tiga ulangan sebagai blok. Pengamatan karakter fisiologis dilakukan pada daun yang telah berkembang penuh, variabel pertumbuhan diamati pada lilit batang, dan komponen hasil diamati saat buah kakao telah masak fisiologis. Pengamatan laju fotosintesis dilakukan dengan menggunakan photosynthetic analyzer, kandungan klorofil diukur dengan spektrofotometer, dan stomata diamati di bawah mikroskop. Data variabel karakter fisiologis, pertumbuhan, dan komponen hasil diolah dengan uji F, bila ada beda nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada a = 5%, serta pengelompokannya menggunakan metode cluster. Hasil penelitian menunjukkan varietas kakao hibrida Sca 12 x UIT 1 termasuk kelompok yang produktivitasnya tingggi dengan hasil biji kakao kering 520,26 kgha-1 dan kadar lemak 52,58%. Varietas kakao tersebut memiliki kandungan klorofil banyak dan cenderung memiliki jumlah buah per pohon banyak sehingga hasil biji kakao kering per hektar cenderung lebih banyak dibandingkan varietas kakao hibrida yang lain. Varietas kakao hibrida Na 33 x UIT 1 termasuk kelompok yang produktivitasnya rendah dengan hasil biji kakao kering 226,20 kgha-1 dan kadar lemak 51,59%. Varietas kakao tersebut memiliki bobot daun khas ringan, dan cenderung layu pentilnya banyak sehingga jumlah buah per pohonnya cenderung lebih sedikit dibandingkan varietas kakao hibrida yang lain.

The differences of physiological traits in some varieties cacao hybrid affected their growth rate and yield. The research purposed to find out the physiological traits affected the growth rate and yield of some varieties cacao hybrid was conducted in Block IV North Segayung Research Station, Batang Regency, on August – December 2008. Eighteen varieties of cacao hybrid have been planted in Randomized Completely Block Design divided into three sets and three blocks as replications. Measurements on physiological traits used the fully expanded leaves, growth variable with stem girth, and measurements on yield were done on physiological maturity pod. Measurements on photosynthesis rate were done with photosynthetic analyzer, chlorophyl content with spectrophotometer, and stomata observed under microscope. The value of the physiological traits, growth, and yield variables analyzed with F test, if significant difference advanced according to Duncan test at 5% level, and grouping its based on cluster method. The result indicates that varieties cacao hybrid Sca 12 X UIT 1 had the highest productivity, with the yield of dry cacao bean of 520,26 kgha-1 and fat content of 52,58%. That varieties had the highest chlorophyl content and tended had a lot of number of pods per tree, if compared with the others varieties. Varieties cacao hybrid Na 33 × UIT 1 had the lowest productivity, with the yield of dry cacao bean of 226,20 kgha-1 and fat content of 51,59%. That varieties had the lightest specific leaf weight and tended suffered cherelle wilt, so that varieties tended had little number of pods per tree, if compared with the others varieties.

Kata Kunci : Kakao hibrida,Fisiologis,Pertumbuhan,Hasil, cacao hybrid, physiological traits, growth, yield


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.