Laporkan Masalah

Studi keragaman genetik dan pendugaan tetua jantan perdu F1 teh (Camellia sinensis) dengan analisis isozim

SETYORINI, Titin, Dr. Ir. Taryono, M.Sc

2009 | Tesis | S2 Ilmu Pemuliaan Tanaman

Teh memiliki sifat self-incompatible sehingga keragaman genetiknya tinggi. Sifat ini memungkinkan terjadinya persilangan alami pada teh. Dalam persilangan alami, sumber serbuk sari (pollen) biasanya tidak diketahui. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha untuk mengetahui asal-usul tetua jantan suatu persilangan melalui teknik yang dikenal dengan analisis tetua (paternity analysis). Penanda isozim banyak digunakan karena memiliki kelebihan bersifat kodominan dan dapat memberikan informasi tentang polimorfisme pada tingkat lokus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik teh dan menduga asal-usul tetua jantan perdu F1 dengan mengetahui sistem perkawinannya menggunakan pola berkas isozim. Penelitian ini menggunakan delapan sistem enzim. Dari delapan sistem enzim, hanya tiga sistem enzim yaitu EST, SHD, dan POD yang memunculkan pola berkas yang jelas. Pola berkas (banding pattern) isozim yang dihasilkan adalah lokus Est-1, Est-2, Shd-1 dan Pod-1. Nilai rata-rata HE dan HO adalah 0,444 dan 0,547 yang menunjukkan tingginya keragaman genetik teh. Sistem perkawinan teh adalah campuran (mixed mating) dengan nilai kemungkinan perkawinan silang sangat tinggi yaitu 98,6%. Tetua jantan yang menyumbangkan pollen pada tetua betina tidak selalu yang berada di sekeliling tetua betinanya.

Camellia sinensis has been categorized as self-incompatible crop which make high genetic diversity. Natural pollination is possible occurred in C.sinensis and pollen usually is unknown. Therefore, it needs a method to identify male parents of hybrids through paternity analysis. Isozyme markers have been successfully used for paternity analysis due to their co-dominant polymorphisms. This research aimed to identify the genetic diversity of tea and to estimate male parents of hybrids by figure out the mating system through isozyme banding patterns. In this experiment, eight enzyme systems were evaluated. There were only three from eight enzyme systems (EST, SHD, and POD) which moderated clear banding pattern. Est-1, Est-2, Shd-1 and Pod-1 loci. Mean value of HE and HO are 0,444 and 0,547, respectively that showed highly genetic diversity of tea. The mating system of tea was mixed mating model, with high estimated out-crossing rate 98,6 %. The male parents which contributed pollen was not always from surrounding the female parents.

Kata Kunci : Isozim,Keragaman,Genetik,Analisis tetua,Teh, isozyme, genetic diversity, paternity analysis, tea


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.