Perbandingan perhitungan risiko pasar dengan standardised dan internal model approach :: Studi kasus pada Bank Mandiri
RAHMINA, Sisi, Zaki Baridwan, Prof., Dr., M.Sc
2008 | Tesis | S2 Magister ManajemenKrisis keuangan tahun 1997 yang berakibat pada volatilitas pasar yang cenderung tidak stabil, hilangnya 75% kapitalisasi modal asing serta dampak lainnya telah meningkatkan kesadaran pentingnya penerapan manajemen risiko di sektor keuangan sebagai suatu proses identifikasi, pengukuran serta monitoring dan kontrol terhadap suatu eksposur risiko. Salah satu eksposur risiko terpenting yang dihadapi oleh Bank adalah eksposur terhadap risiko nilai tukar. Dalam implementasinya di perbankan Indonesia, konsep perhitungan modal untuk risiko pasar mulai diterapkan pada tahun 2004 oleh Bank Indonesia. Konsep ini menuntut Bank untuk melakukan manajemen portfolio eksposur risiko pasar sehingga modal untuk mengcovernya (capital charges) bisa se-efisien mungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan perhitungan capital charges berdasarkan metode Standardised approach dengan Internal Model approach menggunakan Value at Risk (VaR) sehingga dapat digunakan untuk memprediksi tingkat efisiensi penggunaan internal model untuk pengenaan capital charges yang berkaitan dengan portfolio nilai tukar di Bank Mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun metode standardized approach memberikan capital charges yang lebih besar dibandingkan dengan metode internal model approach yaitu Variance CoVariance dan Historical Simulation namun efisiensi penggunaan metode tergantung daripada strategi pertumbuhan perusahaan.
The 1997 financial crisis that effected to the unstable market volatility, the lost of 75% foreign capitalization, and other impacts has increased bankers awareness on the importance of implementing risk management as the process of identifying, measuring, monitoring and mitigating risk exposure. One of the most important risk exposure faced by Bank is the exposure of market risk. In Indonesia banking society, the concept for market risk capital charges was applied on 2004 by The Central Bank of Indonesia. This concept has forced Banks to implement portfolio management for market risk exposure, so that the capital charges can be efficient. This research intended to compare the efficiency of 2 (two) capital charges counting methods for foreign exchange portfolio using Value at Risk (VaR). The methods are standardized approach and internal model approach. As for the internal model approach, writer used Variance Co Variance and Historical Simulation model. The result shows that even standardized approach gives higher capital charges than internal model approach, the efficiency of the 2 (two) methods is suspended by company development strategy.
Kata Kunci : Manajemen portofolio eksposur risiko pasar dan beban modal