Analisis kinerja Reksadana pada periode sebelum dan sesudah penggabungan Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya (BES) menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI)
NUGROHO, Dian Agung, Sukmawati Sukamulja, Prof., Dr
2008 | Tesis | S2 Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara kinerja reksadana sebelum dan sesudah penggabungan Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya (BES) menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini juga mengukur kinerja masing-masing Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Saham, Reksadana Campuran, Reksadana Pasar Uang dibandingkan dengan kinerja dari masing-masing pembandingnya. Hipotesis yang diajukan adalah: (1) Terdapat perbedaan antara kinerja masing-masing reksadana dengan kinerja pembandinganya, periode sebelum dan sesudah penggabungan BEJ dan BES menjadi BEI; (2) Terdapat perbedaan antara kinerja reksadana, periode sebelum dan sesudah penggabungan BEJ dan BES menjadi BEI. Objek penelitian ini menggunakan data sekunder berupa perkembangan harga harian dari seluruh reksadana berdasarkan portofolio investasinya, yaitu: Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Saham, Reksadana Campuran, dan Reksadana Pasar Uang. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data sekunder yang berupa Data harian Nilai Aktiva Bersih (NAB), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Jakarta Inter Bank Offered Rate (JIBOR) dan BI Rate. Pengukuran kinerja menggunakan Metode Sharpe Ratio dengan perhitungan taksiran total Return dan total risiko (Standar Deviasi) dari data yang didapat. Pengujian atas hipotesis yang diajukan dengan alat statatistik menggunakan beda satu rata-rata dan dua rata-rata, melalui program SPSS dan excel menggunakan metode sample t-test dan metode paired sample t-test. Hasil penelitian ini pada umumnya menunjukan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja reksadana sebelum dan sesudah penggabungan BEJ dan BES menjadi BEI dengan pembanding pada masing-masing jenis reksadana, kecuali kinerja Reksadana Saham sebelum penggabungan, yang ditemukan secara signifikan lebih tinggi dibanding dengan pembanding. Penelitian ini juga menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja reksadana sebelum dan sesudah penggabungan BEJ dan BES menjadi BEI, dengan nilai rata-rata kinerja reksadana sebelum penggabungan lebih tinggi dibandingkan sesudah penggabungan.
This research aims to know difference between mutual fund performances before and after the merging of Jakarta Stock Exchange (JSX) with Surabaya Stock Exchange (SSX) become Indonesia Stock Exchange (IDX). This research also measures the performance of each Permanent Income Mutual Fund, Stock Mutual Fund, Mixed Mutual Fund, Money market Mutual Fund compared to performance of each of its comparator. Hypotheses being used are: (1) There are differences between performances of each mutual fund compare to comparator performance, before and after the merging of JSX and SSX become IDX; (2) There are differences between mutual fund performances, before and after the merging of JSX and SSX becomes IDX. This research uses secondary data as it is object in form of daily development of price from all mutual fund based on the investment portfolio, which consists of: Permanent Income Mutual Fund, Stock Mutual Fund, Mixed Mutual Fund, and Money Market Mutual Fund. Data applied in this research is secondary data of Net Asset Value (NAV), IHSG, Jakarta Inter Bank offered Rate (JIBOR) and BI Rate. On daily basis to measure performance this thesis uses Sharpe Ratio Method with calculation valuation of total Return and total risk (Deviation Standard) from data obtained. Testing to hypothesis is conducted by significant test statistic tool using comparasion on one averages and two averages, through program SPSS and excel by using sample t-test method and paired sample t-test method. The result of this research in general shows that there are no significant differences between mutual fund performances before and after the merger of JSX and SSX become IDX with comparator at each mutual fund type, except performance of Stock Mutual Fund before the merger, which was significantly found higher compared to it is comparator. This research is to show that there are significant differences between mutual fund performances before and after the merger of JSX and SSX becomes IDX, with mutual fund performance average value before higher merger compared to after merger.
Kata Kunci : Kinerja Reksadana,Metode Sharpe Ratio,Return,Standar deviasi, Mutual Fund Performance, Sharpe Ratio Method, Return, Deviation Standard