Laporkan Masalah

Angka absolut neutrofil pada pasien miokard infark akut dengan dan tanpa gagal jantung (Killip)

ASTUTI, Yuli, Prof. Dr. Bambang I, SpPD-KKV, SpJP(K), FIHA, FASCC

2008 | Tesis | S2 Ilmu Penyakit Dalam

Latar Belakang Kejadian gagal jantung selama di Rumah Sakit pada pasien miokard infark akut (MIA) penting sebagai faktor terjadinya angka morbiditas dan mortalitas. MIA sering dihubungkan dengan terjadinya lekositosis dan kenaikan angka netrofil perifer dan risiko jangka pendek terhadap cardiac event seperti gagal jantung setelah miokard infark. Penelitian menunjukkan bahwa penyebab disfungsi kontraktilitas pada gagal jantung adalah multifaktorial. Bukti yang ada menunjukkan bahwa stres oksidatif dan pelepasan mediator proinflamasi selama iskemia miokard mungkin berperan dalam perkembangan gagal jantung. Sitokin yang dibebaskan dari netrofil mempunyai efek inotropik negatif dan berakibat terjadinya gagal jantung. Tujuan penelitian Mengetahui perbedaan angka absolut neutrofil pada pasien-pasien miokard infark akut dengan kejadian gagal jantung akut. Subjek dan Metode Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang. Kriteria inklusi adalah pasien rawat inap di Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) RSUP Dr. Sardjito dengan diagnosis MIA antara April 2008- Oktober 2008. Luaran utama penelitian ini adalah terjadinya gagal jantung akut pada 4 hari pertama sejak serangan MIA dengan tanda dan gejala sesuai kriteria Killip 2,3,4. Data yang ada dianalisis dengan uji t test digunakan untuk mengetahui kadar angka absolut neutrofil pada pasien-pasien miokard infark akut dengan kejadian gagal jantung akut (killip skor). Nilai p<0,05 ditetapkan memiliki kemaknaan statistik, dan dihitung interval kepercayaan 95%. Hasil Dari penelitian 73 subyek yang masuk kriteria inklusi sebanyak 40 orang (54.8%) mengalami gagal jantung kriteria Killip dan 33 orang (45.2%) yang tidak mengalami gagal jantung kriteria Killip. Angka rerata neutrofil total lebih tinggi pada yang gagal jantung dibanding yang tidak gagal jantung (10.01 x103/uL ± 4.63 dan 7.23 x103/uL ± 2.80) secara statistik bermakna dengan p = 0.003. Kesimpulan Didapatkan ada perbedaan angka absolut neutrofil pada MIA dengan gagal jantung dan tanpa gagal jantung. Simpulan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi klinisi dalam merawat pasien MIA sehingga dapat dilakukan intervensi yang lebih cepat untuk mencegah atau mengurangi risiko gagal jantung.

Background The occurrence of congestive heart failure (CHF) during hospitalization for acute myocardial infarction (AMI) is an important factor influencing morbidity and mortality. AMI is frequently associated with leukocytosis and relative neutrophilia and the risk of short term for cardiac event like congestive heart failure after AMI. It has been reported that the cause of contractility dysfunction in heart failure are multifactorials. Evidences showed that oxidative stress and proinflammatory mediators during myocardial ischemia may have role in the development of heart failure. The cytokines released from neutrophilia have negative inotropic effects and contribute to the development of heart failure. Objectives The aim of this study is to determine the association between absolute neutrophil count on admitted patients with AMI, and subsequent development of congestive heart failure (Killip score). Subjects and Method This was a cross sectional study. Included criteria admitted patient in Intensive Cardiac Care Unit Dr.Sardjito Central General Hospital diagnosed with AMI between April 1st 2008 until October 31th 2008. The outcome was development of congestive heart failure within 4 days from hospital admission documented in the medical records as clinical symptoms (progression to Killip score 2,3, or 4). T test was used to analyze the data to confirm the relation between absolute neutrophil count in AMI patients with the incidence of congestive heart failure(Killip score), statistically significant when P value <0,05, 95% confidence interval. Result This study from 73 subjects who fulfilled the inclusion criteria, were 40 subjects (54.8%) developed congestive heart failure (Killip score) and 33 subjects (45.2%) did not. Absolute neutrophil count was higher in congestive heart failure (Killip score) patient (10.01 x103/uL ± 4.63) while absolute neutrophil count in patient did not congestive failuere (7.23 x103/uL ± 2.80) significant statistically with p = 0.003. Conclusion There is difference in absolute neutrophil count between AMI with congestive heart failure and did not congestive heart failure. We hoped that the conclusion of this study can be an input for clinicians who take care AMI patients, in order to do faster intervention to prevent or reduce the risk of congestive heart failure.

Kata Kunci : Angka absolut neutrofil,Gagal jantung akut (Killip skor),Miokard infark akut, absolute neutrofil count, acute myocardial infarction, congestive heart failure (Killip score).


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.