ASI sebagai faktor protektif terhadap autisme
BAWONO, Kornelius Dandung, dr. E. Siti Herini, Sp.A(K)
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikPrevalensi autisme meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Faktor risiko autisme masih kontroversial, diduga multifaktorial. Salah satu hipotesis penyebab teljadinya autisme adalah kebocoran dinding usus dan defisiensi asam lemak rantai panjang. Lama pemberian ASI yang optimal telah terbukti menurunkan risiko terhadap infeksi gastrointestinal dan meningkatkan kecerdasan dan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek protektif pemberian ASI yang optimal untuk mengurangi risiko kejadian autisme. Penelitian dilakukan dengan desain kasus-kontrol berpasangan, selama tahun 2008, di Y ogyakarta dan Mage lang. Kriteria inklusi kelompok kasus adalah anak dengan autisme (diagnosis ulang berdasarkan DSM-IV-TR) berumur 3-10 tahun. Anak autisme dengan kelainan genetik yang khas dieksklusi. Matching dilakukan pada jenis kelamin, usia, dan tempat tinggal. Pengambilan data dilakukan dengan kuisioner melalui wawancara langsung. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji McNemar, uji regresi logistik, dan uji Maentel-Haenszel. SebatJyak 52 kasus dan 104 kontrol terpilih menjadi subyek penelitian. Rerata umur subyek adalah 5 tahun. Setelah dilakukan analisis faktor pengganggu, lama pemherian ASI kurang dari 6 bulan merupakan faktor risiko terhadap autisme (ORwt 2,05 RK 95% 1,03-5,01). Terdapat dose-effect gradient pada lama pemberian ASI. Faktor risiko lain yang ditemukan adalah riwayat berat lahir tidak normal (OR 3,36 RK 95% 1,37-8,44) Lama pemberian ASI saja tanpa makanan/minuman tambahan minimal selania 4 bulan tidak ditemukan berbeda bermakna antara kedua kelompok. Kesimpulan penelitian ini adalah lama pemberian ASI kurang dari 6 bulan merupakan faktor risiko terhadap autisme.
Prevalence of autism has risen for last decades. Risk factor of autism is remain controversial, thought to be multifactorial. One hypothesis stated that its cause are leaky gut theory dan long chain polyunsaturated fatty acid deficiency. Optimal duration of breastfeeding is proven to reduce risk of gastrointestinal infection and improving child's cogni~ive ability. Our objective is to study protective effect of' optimal duration of breastfeeding to reduce risk of autism. We conducted a matching case~ontrol study in Yogyakarta and Magelang . during 2008. Inclusion criteria of case group were all children with autism (we evaluate diagnosis based on DSM-IV TR criteria), aged 3-10 years. Autistic children with distinct genetic disorder were excluded. Control group were matched on gender, age, and their residence. Breastfeeding pattern and other related infonnation were obtained by direct interview. We used McNemar test, conditional multivariate logistic regresion, and Maentel-Haenszel test to look for significant factors. There were 52 childen with autism and 104 control subjects. Their mean ages was 5 years old. We found that breastfeeding duration for less than 6 months was a significant risk factor for autism (ORMH 2,05 RK. 95% I ,03-5,01 ), as well as history of abnorrt1al birth weight (OR 3,36 RK 95% 1,37-8,44). There was dose-effect gradient as breasffeding duration affected risk of autism. We found no statistically different on duration of exclusive breastfeeding between two groups. Breastfeeding duration less than 6 months is a significant risk factor for autism.
Kata Kunci : Autism,Autism spectrum disorder,ASI,Menyusui,Kasus kontrol