Kebijakan pemerintah daerah terhadap kompensasi dokter spesialis pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten
MAMNU'AH, Rt. Ade, Drs. Sito Meiyanto, Ph.D
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: RSUD kabupaten Pandeglang adalah rumah sakit kelas C dan merupakan satu-satunya rumah sakit daerah di kabupaten Pandeglang. Saat ini rumah sakit menghadapi masalah berkaitan dengan keluhan akan kepuasan pasien pengguna fasilitas RSUD kabupaten Pandeglang, khususnya pengguna jasa tenaga medis (dokter spesialis) di RSUD Kabupaten Pandeglang. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebijakan pemerintah daerah mengenai tarif Gasa pelayanan) dokter dan dokter spesialis di RSUD Kabupaten Pandeglang, mengidentifikasi kebijakan pemerintah daerah kabupaten Pandeglang mengenai kompensasi dokter spesialis di RSUD kabupaten Pandeglang, mengidentifikasi pendapat dokter terhadap kompensasi yang diterima di RSUD Kabupaten Pandeglang, dan mengidentifikasi hubungan antar ketiganya. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis rancangan deskripsi cross sectional. Subjek penelitian adalah direktur rumah sakit RSUD Kabupaten Pandeglang dan stakeholder di Kabupaten Pandeglang. Hasil dan pembahasan: Penghasilan dokter spesialis di rumah sakit kabupaten Pandeglang minimal insentif yang diharapkan dokter spesialis di RSUD Pandeglang yaitu sebesar 5 - 10 juta rupiah perbulan, terbesar dari jasa medis, namun besamya sangat bersifat insidentil, tergantung dengan jumlah pasien yang dilayani maupun jenis tindakan yang dilakukan sedangkan gaji bersifat tetap. Perda tarif spesialis di rumah sakit umum kabupaten Pandeglang masih terlalu rendah. Dari hasil wawancara dengan responden diketahui bahwa selain menerima jasa medis dari rumah sakit responden juga ingin mendapatkan fasilitas lainnya dari rumah sakit, seperti insentif daerah, rumah dinas dan lainnya. Pendapatan dan kompensasi yang diberikan pihak manajemen rumah sakit Pandeglang belum memenuhi harapan dokter spesialis yang bekerja di rumah sakit tersebut sehingga menyebabkan dokter spesialis kurang berminat untuk menetap di RSUD Pandeglang. Kesimpulan dan saran: Kurangnya pendapatan dokter spesialis dari RSUD Pandeglang menyebabkan kurang berminatnya dokter spesialis untuk bertugas dan menetap di Pandeglang. Hal ini juga didukung dengan kebijakan penerapan tarif jasa medis yang masih rendah. Sedangkan saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu mengusulkan kepada pemda agar meninjau kembali perda tarif yang dikenakan tentunya sesuai dengan kemampuan masyarakat Kabupaten Pandeglang dan mengupayakan memberikan kompensasi yang sesuai untuk menarik minat dokter spesialis beke~a di RSUD Kabupaten Pandeglang. Kata kunci: dokter spesialis, kompensasi, insentif
Background: Pandeglang district hospital is C class hospital and the oly district hospital that belongs to Pandeglang local government. Now days hospital faced problems related to patient complaints toward facilities in Pandeglang district hospital, especially regarding to specialist doctors' services. Objective: The study aimed to identify local government policy toward medical service tariff and compensation of specialist doctor, to identify specialist doctors' opinion toward compensation they get and to identify their correlation. Method: The study used cross sectional description design. Subjects of the study were hospital director of Pandeglang district hospital and stakeholder in Pandeglang district. Result and discussion: Minimum income that expected by specialist doctor in Pandeglang district hospital is Rp. 5 to 10 million a month. The most income they get from medical service but this is incidential, depends on number of patients and kind of service they done, while the salary is the same. Tariff for specialist doctor in Pandeglang district hospital is too low. The result of interview with respondents show that specialist doctors expect to receive medical service from hospital and other facilities such as district incentive, official house, car, and other. They think that income and compensation they get has not fulfilled their wishes. Conclusion and recommendation: The less of specialist doctors' income from Pandeglang district hospital effects low interest of specialist doctors to work and and stay in Pandeglang. These supported by low tariff of medical service that implemented by local government. It is suggested for local government to reconsider policy of local government tariff that should be adjusted to people's capability of Pandeglang District and seek for offering compensation that will be able to attract specialist doctors to work in Pandeglang district hospital. Key words: Specialist doctors, compensation, incentive
Kata Kunci : Dokter spesialis, Kompensasi, Insentif