Laporkan Masalah

Strategi pengembangan Rumah Sakit Daerah Kota Padang berbasis analisis stakeholder

AKBAR, Yaumil, Drs. Agastya, MBA., MPM

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang. Rumah sakit umum Kota Padang adalah salah satu lembaga teknis kesehatan yang langsung di bawah jajaran pemerintahan kota Padang.Rumah sakit umum daerah kota Padang didirikan sejak dua belas tahun yang lalu. Kota Padang merupakan kota besar sebagai Ibu kota propinsi Sumatera Barat. Sebagai kota besar dengan perubahan yang sangat cepat diantaranya peningkatan jumlah penduduk, perkembangan usaha dan industri, perubahan kultur sosial dan budaya dan merupakan sentral perdagangan yang sangat berpengaruh terhadap pengembangan usaha rumah sakit. Jumlah penduduk kota Padang di proyeksikan pada saat ini akan mencapai satu juta jiwa. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang perumahsakitan juga di hadang oleh adanya satu buah rumah sakit vertikal, yaitu rumah sakit M. Djamil dan 30 rumah sakit swasta. Permasalahan yang di hadapi saat ini adalah sarana fisik bangunan yang belum memenuhi kelayakan, akses transportasi yang belum lancar, pemerataan tenaga medis dan pengalokasian dana yang belum dapat menjawab permasalahan rumah sakit ini untuk mencapai standar pelayanan. Metode Penelitian. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif-kualitatif untuk menggali pendapat stake holder internal, stake holder eksternal, Stake holder pendana dan Stake holder tokoh Nagari dengan tujuan strategi pengembangan rumah sakit kota Padang. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus, sedangkan data sekunder diperoleh melalui penelusuran dokumen rumah sakit kota Padang Hasil. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Stake holder yang ada belum mempunyai komitmen untuk pengembangan rumah sakit umum daerah kota Padang. Kesan yang kurang puas dari Stake holder eksternal, kekuatan Stake holder internal rumah sakit belum di daya gunakan, belum menjadi prioritas dalam pendanaan pihak pemerintah dalam menyikapi hal tersebut perlu kiranya dilakukan suatu analisis terhadap faktor-faktor dominan yang mendukung ataupun hambatan dalam mengembangkan rumah sakit tersebut. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperlukan suatu kemampaun manejerial rumah sakit yang dapat menjaring semua kekuatan yang ada di Stake holder internal, eksternal, pendana dan tokoh penguasa Nagari melalui perwujudan tim pengembangan rumah sakit. Dalam penelitian ini juga ditemukan masalah utama rumah sakit umum daerah kota Padang.

Background of the Study. Rumah Sakit Umum Kota Padang (Public Hospital of Kota Padang) is one of technical institutions for health which reports directly to local government of Kota Padang. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padang was established twelve years ago. Kota Padang is a big city and the capital city of West Sumatra Province. As a big city, it has rapid changes such as population growth, business and industrial development, social and cultural change, and its development as trading centre that influence the development of hospitals. The population of Kota Padang at this present is up to one million. As public institution, it also competes with other hospitals such as Rumah Sakit M. Djamil as vertical Hospital and around 30 private hospitals. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padang is facing some problems such as under-standard building physical quality, limited access to transportation, paramedical distributions, and budget allocation that make this hospital cannot meet the required service standard. Research Methodology. This research is descriptive qualitative research which aims to explore the opinion of internal, external, donator, and Nagari figure (public figure) stake holders on development strategy for Rumah Sakit Kota Padang. The primary data were obtained from in-depth-interview and focused group discussion. The Secondary data were obtained from document investigation in Rumah Sakit Kota Padang. The Finding. The finding of this research shows that the existing stake holders do not have enough commitments in developing Rumah Sakit Umum Kota Padang. It is shown by the impression of being unsatisfied from external stake holder, the force of internal stake holder of the hospital which has not been empowered, and the funding that has not become the priority of government. In observing this situation, an analysis on supporting dominant factors and the obstacles in developing the hospitals need to be done. Conclusion. According to the finding of this research, hospital managerial skill that can embrace all forces from internal, external, donator, Nagari figure (public figure) in the form of hospital development team is needed. This research also found the main problem of Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padang.

Kata Kunci : Stakeholder,Faktor lingkungan,Strategi,stake holder,strategy,environment factor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.