Laporkan Masalah

Peran serta masyarakat dalam pembangunan perumahan bertumpu pada kelompok (P2BPK) :: Studi kasus relokasi Mojosongo Berseri II Kedungtungkul Mojosongo Surakarta

PRAMUJO, Muhamad, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP., Ph.D

2008 | Tesis | S2 MPKD

Kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan persoalan besar. Pemerintah melakukan terobosan melalui Surat Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat No. 06/KPTS/1994 tentang Pembangunan Perumahan Bertumpu Pada Kelompok (P2BPK). Pembangunan diarahkan pada strategi pemberdayaan yang mengarah pada terciptanya peran serta aktip masyarakat yang membangun rumahnya sendiri. Strategi ini memungkinkan seluruh komponen baik pemerintah, swasta, masyarakat , lembaga keuangan, konsultan sinergi berbuat bersama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana peran serta masyarakat, baik berupa bentuk, tingkat, proses peran serta pada pada setiap tahapannya, peran pelaku pembangunan yang lain, faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta masyarakat serta keadaan sosial ekonomi pasca huni.. Lokasi penelitian adalah P2BPK Mojosongo Berseri II Kedungtungkul Mojosongo Surakarta, yang merupakan relokasi hunian liar di Kali Anyar dan Makam Mangkunegaran Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatip dengan pendekatan analitik deskriptip. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuestioner, observasi lapangan serta data dari sumber lain antara lain catatan, kutipan, data statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan di Mojosongo Berseri II Kedungtungkul Mojosongo Surakarta melalui pendekatan Community -Based development (CBD) dalam hal ini P2BPK telah bisa melibatkan dan membangkitkan peran serta masyarakat serta menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan dalam setiap tahapan program. Bentuk peran serta masyarakat dalam pembangunan bisa berupa dana, tenaga, usul/saran/gagasan maupun waktu. Peran pelaku pembangunan yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Pemerintah, Keslompok Swadaya Masyarakat (KSM), Konsultan pembangunan, serta lembaga pendanaan, yang secara bersama berusaha meningkatkan peranserta masyarakat dalam membangun rumahnya. Beberapa faktor yang mempengaruhi berhasilnya program ini antara lain, insentip dan kebijakan pemerintah melalui regulasi perijinan serta pembangunan sarana dan prasarana, adanya konsultan pembangunan yang bekerja mendampingi masyarakat secara intensif dan efektif, serta lembaga pendanaan yang memberikan kredit pembangunan perumahan. Beberapa faktor penting dari dalam masyarakat itu sendiri antara lain adalah sejarah komunitas, resolusi konflik internal serta struktur komunitas. Selain itu gaya kepemimpinan dari KSM yang memotivasi warga juga berperan besar dalam hal ini. Pelajaran yang bisa dipetik dari penelitian ini bahwa penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah bisa disediakan melalui partisipasi masyarakat secara aktip

The provision of housing for the low income communities is a big problem. States Minister of Public Housing Published Decree No. 06/KPTS/1994 on Community-Based Housing Development Programme (P2BPK). The program employed an enabling strategy which is focused on active community participation in providing their own houses. This strategy enables all component of government, private sector, communities, financial institution, consultant to synergize each other. This research is conducted to explore community participation in term of form, level and process of participation at every stages of the process . It also evaluates factors influencing the participation, as well as the social economic situation after the physical construction.. The location of the research is Mojosongo Berseri II Kdungtungkul Mojosongo Surakarta, representing wild-dwelling Kali Anyar and Makam Mangkunegaran Surakarta. This research used descriptive qualitative method. Data were collected through interviews, questioners, field observations and also data from other sources for example notes, citations, statistical data. The result of the research indicated that development planning in Mojosongo Berseri II Kedungtungkul Mojosongo Surakarta through approach of P2BPK or Community- Based Housing Development Programme have enable and awaken community participation and placing the communities as the center of development. Community participate in the form of fund, labor, time and also ideas. Other development actors is also involved in this activity such as government, Self -Supporting Community (KSM), Development Consultant and also Financial institution. Collectively, such organizations work together to support community effort developing their houses. Many factor influencing the success of the programme, including , government policy and incentive through licensing regulation, infrastructure facilities development, existence of development consultant and financial institution which provide housing development credit. Several important factors from community are also plays roles such as : community history, internal conflict resolution and also community structure. Besides, leadership style from KSM which motivating citizen also contribute to the success of the program.. Lesson which can be obtained from this research is low- income housing development could be provided through active participation of the community.

Kata Kunci : Peran serta masyarakat, P2BPK, Perumahan, community participation – housing.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.