Pengaruh edukasi farmasis terhadap kontrol glikemik pasien diabetes melitus tipe 2 pengguna insulin di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP DR. SARDJITO Yogyakarta periode Desember 2007-Juni 2008
KEBAN, Sesilia Andriani, dr. Lutfan Budi Purnomo, SpPD
2008 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiLatar belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan kelainan metabolik yang memiliki karakter hiperglikemia kronik dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein akibat terjadinya defek pada sekresi insulin, aksi insulin, atau keduanya. Diabetes melitus dapat menimbulkan masalah yang signifikan terhadap kualitas hidup dengan cara meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi. Komplikasi maupun perkembangannya dapat dicegah dengan melakukan kontrol glikemik. Kegagalan mengontrol gula darah dalam jangka panjang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai penyakit dan pengobatan, serta ketidakpatuhan pasien. Terdapat empat pilar utama dalam pengelolaan DM yaitu edukasi, terapi gizi medis, latihan jasmani, dan intervensi farmakologi. Farmasis memiliki peranan yang penting dalam edukasi pasien DM yang meliputi edukasi mengenai penyakit DM, manajemen DM, tujuan terapi DM, dan terapi gizi medis. Edukasi terbukti penting diberikan dalam usaha meningkatkan pengetahuan, kepatuhan, dan kontrol glikemik pada pasien DM. Meskipun edukasi farmasis terbukti penting dalam meningkatkan keberhasilan terapi DM, namun edukasi farmasis belum dapat diberikan pada penderita DM di Indonesia umumnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh edukasi farmasis terhadap penderita DM di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi farmasis terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan pengobatan dan diet, dan mengetahui pengaruh pengetahuan dan kepatuhan terhadap kontrol glikemik pasien DM tipe 2 di RSUP Dr. Sardjito. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dilakukan dengan menggunakan rancangan uji kontrol bersamaan nonrandom (Nonrandomized Concurrent Control Trial) secara prospektif. Data dianalsis secara deskriptif dan secara kuantitatif menggunakan uji t independen, uji t berpasangan, dan uji regresi linear. Hasil dan Kesimpulan : Edukasi farmasis dapat meningkatkan pengetahuan pasien yang terlibat dalam penelitian ini sebesar 12,06%-18,05% dan kepatuhan pengobatan sebesar 31,47%-50,19%. Pengetahuan yang meningkat tidak dapat memperbaiki kontrol glikemik, sedangkan kepatuhan pengobatan yang meningkat dapat memperbaiki kontrol glikemik.
Background : Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by chronic hyperglycemia with carbohydrate, fat, and protein metabolism impairment caused by defect in insulin secretion, action, or both. Diabetes mellitus can cause significant problems in quality of life by increasing complications risk. Complications and its development can be prevented by improving glycemic control. Failure in long term blood glucose control are caused by patient’s lack of disease and treatment knowledge, and also by patient’s nonadherence in medication and diet. There are four treatment goals in diabetes mellitus management which consists of education, nutritional therapy, exercise or physical activity, and pharmacology intervention. Pharmacists have an important role in educating diabetes patients about the disease, its management, therapy goals, and nutritional therapy. Education is important in increasing knowledge, adherence, and glycemic control in diabetes mellitus patients. Although pharmacist’s education are proven to be important in improving therapy success, still it is has not yet been given to most diabetes mellitus patients in Indonesia. This research is conducted to understand the effect of pharmacist’s education in improving glycemic control in insulin users type 2 diabetes mellitus patients at Endocrinology Clinic Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta. Purpose : The purpose of this research is to understand the effect of pharmacist’s education toward knowledge level, diet adherence and therapy adherence, and also the effect of knowledge and adherence toward glycemic control in type 2 diabetes mellitus patients at Dr. Sardjito Hospital. Method : This is a prospective experimental research using Nonrandomized Concurrent Control Trial Design. Data are analyzed qualitatively using descriptive analyzes and quantitatively using paired t-test, independent t-test, and linear regression. Result and Conclusion : Pharmacist’s education are proven to increase knowledge about 12,06%-18,05% and medication adherence 31,47%-50,19% in patient’s who are involved in this study. Increased knowledge cannot improve glycemic control, but increased medication adherence can improve glycemic control.
Kata Kunci : Edukasi,Pengetahuan,Kepatuhan, Education, Knowledge, Adherence