Kajian pencemaran airtanah di kawasan permukiman Kelurahan Vim Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura
HAMOKWARONG, Yehuda, Drs. Suyono, M.S
2008 | Tesis | S2 GeografiPenelitian ini dilakukan di Kelurahan Vim Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura Propinsi Papua. Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis tingkat karateristik kerentanan airtanah terhadap beban pencemaran pada zona akuifer di daerah penelitian, dan menganalis keterkaitan hubungan tingkat kerentanan akuifer terhadap konsentrasi nitrat (NO3 -) dan neterjen dalam airtanah. Data primer dala m penelitian ini meliputi data kedalaman muka airtanah, curah hujan, media akuifer, tekstur tanah, lereng, media zona tak jenuh, konduktifitas hidrolik, serta kualitas airtanah dengan parameter nitrat, dan deterjen. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari studi literatur, berupa data fisik dan sosial daerah penelitian secara umum. Teknik analisis data mengunakan metode DRASTIC untuk mengetahui tingkat kerentanan pencemaran airtanah. Guna membuktikan adanya zat pencemar dalam airtanah, maka dilakukan uji korelasi Pearson, Sperman dan Kendall antara parameter DRASTIC terhadap zat pencema nitrat dan deterjen Hasil analisis menggunakan teknik tumpang susun semua parameter DRASTIC diperoleh rentang nilai indeks antara 89 – 138, yang kemudian dibagi dalam empat klas. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar Kalurahan Vim berada pada klas kerentanan tinggi yaitu dengan luas spasial mencapai 11.710 m2 atau sebesar 40,6 persen. Daerah yang berkerentanan sedang mencapai urutan kedua, yaitu seluas 9089 m2 atau 31.5 persen. Daerah yang berkentanan sangat tinggi berada pada urutan ketiga dengan luas 4246 m2 atau sebesar 14.7 persen. Terakhir, daerah yang berkerentanan rendah mencapai luas 3725 m2 atau sebesar 12.9 persen. Hasil analisis laboratorium dari zat pencemar nitrat dan deterjen pada 29 sumur gali menunjukkan bahwa airtanah daerah penelitian telah mengalami pencemaran melebihi kandungan maksimum yang dapat diperbolehkan menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907/MenKes/IX/ 2002. Dari 29 sumur gali tersebut, ternyata 8 sumur gali atau 27 persen telah tercemar nitrat melebihi batas kandungan maksimum yaitu 10 mg/Liter. Begitu juga kandungan detergen dari 18 sampel atau 62.1 persen telah melebihi batas maksimum yaitu 00.5 mg/Liter. Distribusi wilayah yang memiliki kandungan nitrat ( melebihi batas kandungan maksimum tersebar pada bagian selatan dan barat dari daerah penelitian. Deterjen yang melebihi batas kandungan maksimum tersebar hampir di seluruh daerah ini. Terdapat hubungan signifikan antara skor parameter DRASTIC terhadap konsentrasi nitrat dan deterjen. Hubungan yang nyata dari parameter DRASTIC dan zat pencemar nitrat dan deterjen terdapat pada parameter kedalaman airtanah dan konduktivitas hidrolik. Parameter lainnya memiliki hubungan, namun tidak cukup signifikan.
This research was carried out in Kelurahan Vim, District of Jayapura Selatan, Jayapura, in Papua Province. The aims of this research was to analyze characteristic of groundwater vulnerability against pollution in aquifer were zone in research area and analyze relationship between aquifer vulnerability characteristic and concentration of nitrate (NO3 -) and detergent within groundwater. Primary data consisted of groundwater surface depth, rainfall, aquifer media, soil texture, slope, non saturated zone media, hydraulic conductivity, and quality of groundwater with parameters of nitrate and detergent. Secondary data was data obtained from literary study, in form of general physical and social data of research area. Data was analyzed using DRASTIC method to investigate groundwater pollution vulnerability level. To prove existence of pollutant substance in groundwater, the research used Pearson, Spearman and Kendall correlations between DRASTIC parameter against pollutant of nitrate and detergent. Result of analysis using overlay technique of all DRASTIC parameter indicated index score of 89-138, which grouped into four classes. The analysis indicated that most part of Kelurahan Vim was in high vulnerability class with spatial width of 11,710m2 (40.6%). Area with medium vulnerability was in second rank including 9089m2 (31.5%). The third part was area with very high vulnerability with 4246m2 width (14.7%). The last was area with low vulnerability (3725m2, 12.9%). Laboratory analysis of pollutant substance of nitrate and detergent in 29 dug wells indicated that groundwater in research area have undergone pollution exceeding maximal content allowed by Decree of Health Minister No.907/MenKes/IX/2002. of 29 dug well, 8 well (27%) have been polluted with nitrate above maximal content limit (10 mg/l). detergent content of 18 sample (62.1%) have also exceed maximal limit (0.05mg/l). distribution of area having nitrate content that exceed maximal content limit spread on south,central and west of research area. Detergent content that exceed maximal content limit spread in almost all areas. There was significant association between DRASTIC parameter score and concentration of nitrate and detergent. The significant association between DRASTIC parameter and pollutant of nitrate and detergent was in parameters of groundwater depth and hydraulic conductivity, while other parameter had insignificant association.
Kata Kunci : Kerentanan,Air tanah,Pencemaran, vulnerability, groundwater, pollution