Laporkan Masalah

Evaluasi kemampuan lahan dan pendugaan erosi untuk arahan pemanfaatan lahan wilayah sub DAS Juwet dan Dondong, Gunung Kidul, Yogyakarta

AZIZ, Sulthani, Dr. Junun Sartohadi, MSc

2008 | Tesis | S2 Geografi

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengevaluasi kemampuan lahan di wilayah Sub DAS Juwet dan Dondong, (2) Mengkaji kesesuaian antara penggunaan lahan saat ini dengan kelas kemampuan lahan di wilayah Sub DAS Juwet dan Sub DAS Dodong, (3) Melakukan pendugaan erosi dan tingkat erosi yang diperbolehkan, (4) Menentukan arahan pemanfaatan lahan wilayah Sub DAS Juwet dan Sub DAS Dondong berdasarkan pertimbangan kemampuan lahan dan tingkat erosi di wilayah tersebut . Penelitian ini menggunakan pendekatan landscape dengan bentuklahan sebagai satuan analisis. Evaluasi kemampuan lahan dilakukan dengan metode matching. Untuk menentukan kelas kemampuan lahan digunakan software Land Classification And Landuse Planning (LCLP). Untuk menentukan laju erosi aktual digunakan persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE). Untuk menentukan kesalahan penggunaan lahan dilakukan analisis pembandingan antara penggunaan lahan eksisting dan klasifikasi kemampuan lahan menggunakan Software Arcview 3.3. Hasil penelitian menunjukkan Sub DAS Juwet memiliki kelas kemampuan lahan II, III, VI dan VII. Wilayah Sub DAS Dondong memiliki kelas kemampuan lahan II, V,VI dan VII. Kelas kemampuan lahan VI mendominasi kedua wilayah ini dengan luas 2.297 Ha (70,4 %) di Sub DAS Juwet dan 1.083 Ha (53,8%) di Sub DAS Dondong. Laju erosi aktual di Wilayah Sub DAS Juwet sebesar 370.456 ton/Ha dan untuk wilayah Sub DAS Dondong sebesar 96.767 ton/thn. Untuk menekan laju erosi dan degradasi lahan maka penelitian ini merekomendasikan penggunaan lahan optimal dengan mempertimbangkan kemampuan lahan dan laju erosi potensial dimana kebun atau perkebunan dengan kerapatan yang tinggi harus mendominasi pemanfaatan lahan di kedua wilayah tersebut. Luas kebun atau perkebunan yang direkomendasikan masingmasing adalah 2.088,6 Ha (64 %) di Sub DAS Juwet dan 1.121 Ha (55,7 %) di Sub DAS Dondong.

The objective of this research were to: (1) Evaluate the land capability of Juwet and Dondong watershed, (2) Evaluate the existing landuse of Juwet and Dondong watershed based on the land capability, (3) Evaluate the soil erosion status and the tolerable soil loss, (4) Formulate the landuse guide on Juwet and Dondong watershed based on the land capability and the soil erosion status. This research applied landscape approach where the landforms as analysis unit. Land capability evaluation established using matching techniques. The land capability evaluation was done using Land Classification and Landuse Planning (LCLP) software. The rate of soil erosion was assessed using the Universal Soil Loss Equation (USLE). The evaluation of the existing landuse was based on land capability by applying Arcview 3.3 software. The results indicated the Juwet watershed had several classes of land capability classes ranged from class II, III, VI and VII. The Dondong watershed also had several land capability classes ranged from class II, V, VI and VII. The land capability class of VI dominated the regions with broadly 2.297 Hectares (70,4 %) in Juwet watershed and 1.083 Hectares ( 53,8 %) in Dondong watershed. The Juwet and the Dondong watershed had actual rate of soil erosion 370.456 and 96.767 ton/hectare/year, respectively. To depressed the rate of soil erosion and the land degradation, some landuse recommendation of Juwet and Dondong watersheds could be formulated by considering the land capability and the potential rate of soil erosion where the crop plantation with meeting ground cover should be dominated the landuse of the regions. The landuse of the Juwet and the Dondong watershed should be dominated by the crop plantation with meeting ground cover with broadly 2.088,6 Ha ( 64 %) and 1.121 Ha ( 55,7 %), respectively.

Kata Kunci : Daerah aliran,Kemampuan lahan,Pendugaan erosi,Pemanfaatan lahan, watershed, , land capability, soil erosion, landuse


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.