Kajian kebutuhan air dan analisis jaringan untuk pengembangan PDAM Kota Sampit
PRIHATIN, Endah, Dr. Ir. Radianta Triatmadja
2008 | Tesis | S2 Teknik SipilPermasalahan yang dihadapi oleh PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur adalah masih rendahnya tingkat pelayanan (total cakupan pelayanan 30,17%) yang diberikan kepada masyarakat sehingga belum semua masyarakat dapat merasakan layanan air bersih, sementara bagi sebagian pelanggan yang sudah berlangganan dari PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur masih mengeluhkan kondisi kualitas air yang dihasilkan serta kontinuitas air yang belum maksimal. Masih rendahnya tarif yang diberlakukan untuk memperoleh air dengan kualitas air minum dimana dibutuhkan biaya pengolahan yang cukup mahal. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini dengan mengolah data primer dan data sekunder yang berkaitan dengan tingkat kebutuhan air dan disajikan dalam bentuk tabel, grafis dan gambar yang telah dibahas dalam kerangka teoritis. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penduduk Kota Sampit (pelanggan dan non pelanggan) berdasarkan suku, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan pendapatan terhadap kebutuhan air. Melakukan evaluasi terhadap jaringan pipa pada kondisi eksisting dan optimasi jaringan, untuk menentukan tarif yang optimal berdasarkan hasil optimasi jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air yang dimanfaatkan oleh masyarakat di daerah pelayanan PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur baik pelanggan maupun bukan pelanggan adalah sebesar 96 liter/orang/hari. Tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, dan suku memberikan pengaruh terhadap kebutuhan air. Setelah dilakukan optimasi jaringan dengan software waternet didapatkan penambahan kapasitas tangki sehingga mempengaruhi besaran biaya investasi. Hasil tersebut kemudian dioptimasi dengan program linier dan didapatkan tarif yang optimal untuk kelompok I (badan sosial) Rp. 1.684,- , kelompok II (rumah tangga) Rp. 2.459,- , kelompok III (kantor pemerintah) Rp. 3.295,-, dan untu kelompok IV (perusahaan / niaga / hotel / restoran) Rp. 5.799,- .
Problems faced by PDAM Sub-Province of Kotawaringin Timur is still lower its service level (total service coverage of 30,17%) bestowed upon society so that not yet all societies can feel clean water service, whereas for some subscribers which have subscribed to PDAM Sub-Province of Kotawaringin Timur still disappoint the condition of yielded water quality and also water continuity which not yet maximal. Still low of its tariff gone into effect to get water with drinking water quality where required the expense of costly enough processing. Method performed within this research processed primary data and secondary data related to usage level of water (presented in tabular, graph and picture which have been discussed in theoretical framework), analyzed factors influencing the citizen of Sampit (subscribers and non-subscribers) pursuant to tribe, education level, work type, and earnings to amount usages of water. To evaluated the existing pipe network to optimize for the determining the best tariff. The research result indicate that the required water amount consumed by public costumer in that service of PDAM Sub Province Kotawaringin Timur around subscribers and non-subscribers is equal to 96 liter/person/day. The influence factors water required amount the respectively : Education level, work type, mount earnings, and tribe give influence to amount usage of water by subscribers and non subscribers. After the optimization process using waternet software can be conclude that the increasing in water capacity influences the investment cost. That result is also later optimize using linear programming to get optimize tariff for the the Group I (social agency): Rp. 1.684,-, the Group II (households): Rp. 2.459,-, the Group III (governmental offices): Rp. 3.295,-, the Group IV (trade industries/hotels/restaurants): Rp. 5.799,-
Kata Kunci : Kebutuhan air,Jaringan distribusi,Optimasi tarif, Water Requirements, Distribution Network, Optimizing Tariff