Laporkan Masalah

Studi model alokasi air waduk Ir. P.M. Noor di Kalimantan Selatan

NOOR, Muhammad Azhari, Ir. Joko Sujono, M.Eng., Ph.D

2008 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Waduk Ir. P. M. Noor terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Riam Kanan Kabupaten Banjar, Propinsi Kalimantan Selatan memiliki potensi pengembangan sumberdaya air yang cukup besar. Pengguna air waduk diantaranya adalah sektor pertanian, perikanan, dan PDAM. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dan taraf kehidupan masyarakat, serta pembangunan disegala sektor akan meningkatkan kebutuhan air . Sementara itu ketersediaan air jumlahnya relatif tetap, distribusinya terhadap ruang dan waktu yang tidak merata, bisa menyebabkan adanya konflik kepentingan akan air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan adanya suatu model alokasi air Waduk Ir. P. M. Noor. Dalam pengembangan model alokasi air diperlukan beberapa metode perhitungan. Analisis kebutuhan air disusun berdasarkan kriteria perencanaan (KP-01) dari Ditjen Pengairan Departemen Pekerjaan Umum dan Panduan Operasi Pemeliharaan jaringan irigasi Riam Kanan. Analisis ketersediaan air dimulai dari penelusuran debit inflow sungai Riam Kanan ke Waduk Ir. P.M. Noor. Pembangkitan data inflow rencana menggunakan metode Thomas dan Fiering serta metode modifikasinya; Standard Operating Rule (SOR) waduk disusun berdasarkan konsep water balance antara kondisi kebutuhan air dan ketersediaan air. Beberapa skenario simulasi alokasi air dilakukan dengan Model Alokasi Air, selain itu juga dilakukan evaluasi terhadap debit release air waduk antara tahun 2000 sampai 2004. Alokasi air yang efisien dapat dihasilkan dengan Model Alokasi Air Waduk Ir. P. M. Noor. Berdasarkan hasil simulasi diketahui bahwa kapasitas jaringan irigasi eksisting hanya dapat melayani lahan sawah seluas 11 ribu hektar dengan reliabilitas 96 %. Potensi sumberdaya air Waduk Ir. P. M. Noor dapat mengairi sawah seluas 35.500 hektar. Sedangkan produksi energi listrik maksimal yang dihasilkan sebesar 137,32 GWH/tahun. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap release air waduk tahun 2000-2004 dengan kebutuhan air sesuai kebutuhan eksisting, terdapat 2 kali release dengan reliabilitas <95 %, bila kebutuhan air sesuai dengan kebutuhan fungsional, terdapat 3 kali release dengan reliabilitas <95 %.

Ir. P. M. Noor DAM which is located in Riam Kanan Catchment (RKC), Kabupaten Banjar Regency, Kalimantan Selatan Province has own big potency for water resources development. Many water user sector supplied by Ir. P. M. Noor DAM e.g. agricultural sector, fishery, and PDAM. With progressive increasing of people and social welfare, also development of all sector, will improve water demand. Meanwhile, the water availability which relatively remain constant, its distribution function to space and time varied, can cause the existence of conflict of interest. To solve the problems, water allocation model for Ir. P. M. Noor is needed as a means to assist water resources management. Water Allocation Model (WAM) development requires some input. Water requirement’s calculated based on Ditjen Pengairan Departemen Pekerjaan Umum and O&M Riam Kanan Irrigation Network paper. Water availability analysis started from Riam Kanan river inflow into Ir. P. M. Noor DAM. Generated inflow calculated with Thomas and Fiering and its modification method. Standard Operating Rule (SOR) Ir.P. M. Noor DAM compiled based on water balance concept between water requirement and water availability. By using WAM, some scenario simulation were done. Evaluation of release discharge during 2000 - 2004 related to its water requirement is also conducted. With Ir. P. M. Noor WAM, efficient water allocation can be obtained. The capacities of existing irrigation network can only serve for 11.000 hectare paddy field by reliability 96 %. Meanwhile, Ir P. M. Noor DAM potential irrigation can serve for 35.000 hectare. Maximum electricity power generation is about 137,32 GWH/year. The result of evaluation of release discharge from Ir. P. M. Noor DAM during 2000-2004 with existing water requirement condition, shows that there are 2 times release by reliability < 95 % occured. If release discharge set to functional requirement, there are 3 times release by reliability < 95 %.

Kata Kunci : kebutuhan air, ketersediaan air, alokasi air, Water Requirement, Water Availability, Water Allocation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.