Aplikasi penginderaan jauh dan sig untuk pemodelan zona pengelolaan sumberdaya budaya situs Sangiran, Propinsi Jawa Tengah
HASCARYO, Agus Tri, Dr. Hartono, DEA., DESS
2008 | Tesis | S2 Penginderaan JauhAplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pemodelan Zona Pengelolaan Sumberdaya Budaya, dilakukan pada kawasan Situs Sangiran yang termasuk salah satu warisan dunia. Lokasi administrasi situs ini terletak di dua kabupaten, yaitu : bagian selatan Kabupaten Karanganyar sedangkan bagian utara merupakan wilayah Kabupaten Sragen Propinsi Jawa Tengah. Citra IKONOS dan sistem informasi geografis (SIG) dapat diaplikasikan untuk mendukung pelaksanaan pemodelan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Identifikasi karakteristik lahan dan situs arkeologis Sangiran untuk mengetahui keberadaan sebaran situs purbakala yang terdapat di dalam suatu kawasan budaya, melalui citra IKONOS. (2) Pemodelan spasial Zona Pengelolaan Sumberdaya Budaya Situs Sangiran melalui intepretasi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografi, sehingga dapat disusun klasifikasi peringkat pengelolaan situs-situs arkeologi. Cara penelitian merupakan gabungan teknik interpretasi visual citra IKONOS beserta uji ketelitiannya, survai lapangan, analisis, dan pengolahan data geografis. Interpretasi dilakukan untuk mendapatkan karakteristik lahan sebagai kawasan situs arkeologis yang mengandung atau diperkirakan mengandung sumberdaya budaya. Survai lapangan dilakukan untuk menguji interpretasi dan mendapatkan parameter keinginan masyarakat terhadap zona pengelolaan sumberdaya budaya. Analisis dan pengolahan data menggunakan SIG dilakukan untuk mendapatkan variabel kualitas karakteristik lingkungan sebaran situs, pola sebaran situs, dan tingkat persetujuan masyarakat, guna menentukan sebaran zoning pengelolaan sumberdaya budaya. Hasil pertama penelitian menunjukkan bahwa untuk kategori pemanfaatan bersifat non metrik, citra IKONOS dapat digunakan sebagai sumber data primer bagi pekerjaan zoning spasial pengelolaan. Hasil kedua memperlihatkan bahwa di lokasi penelitian, berdasarkan model analog peta zonasi pengelolaan terdapat lima zona kesesuaian pengelolaan, yakni Zona 1, 2, 3, 4, dan 5. Zona 1 sebagai zona konservasi utama, Zona 2 merupakan zona konservasi ilmu pengetahuan dan teknologi, Zona 3 disebut juga zona konservasi lingkungan, zona 4 merupakan zona konservasi penyangga yang diperkirakan tidak banyak mengandung sumberdaya budaya. Zona 5 sebagai zona konservasi pengembangan prasarana.
IKONOS imagery of Remote Sensing and Geographic Information System (GIS) were applied for the determination of zoning model for Cultural Resource Management at Sangiran. This site is one of the world heritage located at the Central Java Province. The northern parts of this site belong to the Sragen district, while the southtern part is belong to Karanganyar district. The aim of the research is as follows (1) to identify of archaeological sites and land characteristic at Sangiran for to know the spatial distribution of archaeological sites. (2) to result in spatial modelling of Culture Resources Management (CRM) Zones in Sangiran with remote sensing interpretation and geographic information system, the finaly to compose a clasification of archaeologist sites magement. The methods of the research include: visual interpretation on IKONOS imagery, field survey, and geographical data analysis and processing. The visual interpretation is aimed to obtain characteristics and the potency of the landscape which has or is supposed to bear cultural resources. The field survey is aimed to assess the result of visual interpretation and to collect public decision about the zones for Cultural Resource Management. The use of GIS for analyzing and processing geographical data is aimed to obtain variables of environment characteristics of the site, pattern of site distribution, and the distribution of zones for Cultural Resource Management. The result of this research showed that IKONOS imagery can be used as primary data for spatial zoning of Cultural Resource Management. Based on analog model of zones mapping, the site can be divided into five zones. The first is the primary conservation zone; the second is used for science and technology conservation zone; the third is called the environment conservation zone; the forth, is the buffer conservation zone which is supposed to lack of cultural resources; the fifth is the conservation zone for developing infrastructures.
Kata Kunci : Citra IKONOS,Interpretasi situs,SIG,Zona sumberdaya budaya, IKONOS imagery, Sites interpretations, GIS, Culture Resources Management Zones