Laporkan Masalah

Perilaku mekanika sambungan bambu menggunakan isian mortar terhadap gaya tarik

SAPUTRO, Ida Nugroho, Prof. Ir. H. Morisco, Ph.D

2008 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Kendala penggunaan bambu yang menyangkut kekuatan bambu yang umumnya masih sangat rendah mengingat perangkaian batang-bantang bambu seringkali dilakukan secara konvensional. Sambungan dengan memakai paku atau pasak, maka arah serat yang sejajar dengan kekuatan geser yang rendah menjadikan bambu mudah pecah karena paku atau pasak. Penyambungan memakai tali didasarkan pada kekuatan gesek antara tali dan bambu atau antara bambu yang satu dengan bambu yang lainnya. Dengan demikian sambungan bambu secara konvensional kekuatanya rendah, sehingga kekuatan bambu tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini tentang kekuatan sambungan bambu dengan bahan pengisi mortar terhadap gaya tarik menggunakan 1 buah baut dengan diameter 12 mm. Bahan pengisi mortar mempunyai perbandingan antara semen dan pasir sebesar 1 : 3 dengan faktor air semen 0,6. Pengujian kekuatan sambungan dilakukan dengan arah penarikan 0°, 30°, 60°, dan 90° terhadap arah serat bambu. Serta untuk mengetahui pengaruh penggunaan klem dan letak lubang isian. Pengujian sambungan dilakukan dengan hidraulic jack yang sudah dipasangkan pada loading frame. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan klem ada peningkatan kekuatan sebesar 13,82%. Terjadi penurunan kekuatan sambungan sejalan dengan bertambahnya sudut penarikan. Kekuatan yang paling rendah pada sudut 90° sebesar 8,34 KN untuk sambungan isian samping dan 9,81 KN untuk sambungan isian ujung. Kekuatan sambungan yang paling tinggi pada sudut 0° sebesar 25,51 KN untuk isian samping dan 28,45 KN untuk isian ujung. Pengaruh letak lubang isian mortar juga tidak mempengaruhi kekuatan sambungan. Perbandingan teoritis dan eksperimen sesuai, sehingga persamaan usulan dapat digunakan.

The problem of using bamboo related to bamboo strength as it generally has a very low strength considering bamboo bars arrangement that often done conventionally. Connection using nail or dowel, then direction of fiber which in lined with shear strength lead to bamboo broken. Connection using rope based on shear force between rope and bamboo or shear force between bamboos. Hence conventional connection of bamboo has a low strength, then that strength can not be used optimally. This research about strength of bamboo connection using mortar filler to its tension strength using 1 bolt with 12 mm diameter. Mortar filler has ratio of cement to sand 1 : 3 with water cement ratio 0,6. Testing of connection strength conducted with angle of pulling 0°, 30°, 60°, and 90° to bamboo fiber direction. In addition, to identify effect of clamp usage and filler hole position. The testing conducted with hydraulic jack that installed to loading frame. Result of this research showed that clamp usage lead to strength increase 13,82%. Connection strength decrease happened as the angle of pulling more and more. The lowest strength with angle 90° is 8,34 KN for side filler connection and 9,81 KN for edge filler connection. The highest of connection strength with angle 0° is 25,51 KN for side filler connection and 28,45 KN for edge filler connection. The mortar filler hole position did not influence connection strength. Comparison between theory and experiment was adjacent, therefore proposed equation can be used.

Kata Kunci : Kuat tarik,Sambungan,Baut,Bambu wulung,Lubang isian,Sudut,tension strength, connection, bamboo wulung, filler hole, angle


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.