Kuat lentur, daya serap, rembesan air, frekuensi alami dan rasio redaman pada genteng beton serat serabut kelapa dengan variasi tipe dan panjang genteng
HIDAYATI, Apriliana, Ir. Sudarmoko, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Teknik SipilGenteng beton merupakan salah satu alternatif bahan yang digunakan sebagai penutup atap selain seng, sirap, keramik dan berbagai macam penutup atap tradisional lainnya. Agar genteng beton dapat bersaing dengan bahan penutup atap lainnya maka perlu upaya-upaya memperbaiki sifat-sifat genteng beton antara lain meningkatkan kuat lentur dan menurunkan berat jenis. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menambahkan bahan tertentu ke dalam campuran genteng beton. Jumlah limbah sabut kelapa yang melimpah merupakan potensi yang besar untuk memanfaatkannya sebagai bahan genteng beton agar bisa menjawab tuntutan kebutuhan perumahan yang terus meningkat. Genteng beton-serat sabut kelapa diharapkan dapat menjadi altenatif untuk mendapatkan genteng yang kuat dan ringan sehingga jarak rangka penutup atap dapat diperlebar. Genteng beton-serat dibuat dengan menambahkan serat sabut kelapa panjang 5 cm dan konsentrasi 1,5% dari volume campuran mortar-serat. Campuran benda uji genteng beton yang digunakan adalah 1 Semen Portland : 4 Pasir. Tipe genteng beton dibuat 3 variasi yaitu DL, SL dan NS. Tipe DL terdiri dari 50% mortar dan 50% campuran mortar-serat, tipe SL terdiri dari 100% campuran mortar-serat, sedangkan NS terdiri dari 100% mortar. Ukuran genteng beton yang digunakan adalah lebar 33 cm dan panjang 42, 46, 50, 54 dan 58 cm. Tahap awal penelitian ini adalah pemeriksaan bahan dasar, dilanjutkan dengan pengujian benda uji genteng beton meliputi berat jenis, kuat lentur, daya serap, rembesan air, frekuensi alami dan rasio redaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang genteng beton tipe DL dan SL yang memenuhi syarat SNI 03-6861.1-2002 dan SII.0447-81 adalah 42 dan 46 cm, sedangkan tipe NS hanya 42 cm. Pada genteng beton tipe DL dan SL terjadi peningkatan kuat lentur berturut-turut sebesar 7,04 dan 15,87% dibandingkan tipe NS, sedangkan berat jenis terjadi pengurangan berturut-turut sebesar 3,21 dan 5,96%. Semakin banyak serat yang ditambahkan pada genteng beton maka semakin rendah frekuensi alaminya tetapi semakin tinggi rasio redaman yang dimiliki. Pada pengujian daya serap dan rembesan air, genteng beton tipe DL dan NS mempunyai nilai di bawah 10% dan tidak terdapat rembesan air, sedangkan genteng beton tipe SL mempunyai nilai di atas 10% dan terdapat rembesan air.
Concrete tile is one alternative material used as roof cover other than zinc, shingle, ceramic, and other various traditional roof cover types. In order that the concrete tile can compete with other roof cover materials, efforts needed to improve concrete tile properties, such as, increased flexural strength and decreased specific gravity. It could be conducted by adding specific materials to concrete tile mix. Total abundant coconut fibre wastes were great potency to use them as concrete tile materials as to answer continuously increasing house needs. The coconut-fibre reinforced concrete tile is expected as alternative to get strong and light tiles so that roof cover frame space could be widened. Fibre reinforced concrete tiles are made by adding coconut fibre with 1,5% in concentration of volume and 5 cm in fibre length. Test object mix of concrete tiles used was 1 Portland Cement : 4 Sands. Concrete tile type was made 3 variations, DL, SL, and NS types. DL type consisted of 50% of mortar and 50% of fibre-mortar mix, SL type consisted of 100% fibre-mortar mix, whereas NS type consisted of 100% mortar. Concrete tile measure used was 33 cm in wide and 42, 46, 50, 54, and 58 cm in long. Research-early stage was to examine basic materials, continued by testing test object of concrete tiles including specific gravity, flexural strength, absorbability, water permeability, natural frequency and damping ratio. The results of research indicated that DL and SL type-concrete tile lengths meeting requirements of SNI 03-6861.1-2002 and SII.0447-81 were 42 and 46 cm, whereas, NS type was only 42 cm. DL and SL type-concrete tiles experienced increasing flexural strengths as much as 7,04 and 15,87%, respectively, than NS type, whereas, specific gravity experienced decreasing as much as 3,21 and 5,96%, respectively. Heavier fibre added in concrete tiles, natural frequency was lower, but owned damping ratio was higher. In tests of absorbability and water permeability, DL and NS type-concrete tiles had value under 10%, whereas, SL type-concrete tiles had value above 10% and there was water permeability.
Kata Kunci : Genteng beton,serat,Serat sabut kelapa,Kuat lentur,fibre reinforced concrete tiles,coconut fibre,flexural strength