Laporkan Masalah

Kesepakatan damai di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan implikasinya terhadap ketahanan nasional

SETIAWAN, Mulya, Prof. Dr. Djoko Soeryo, MA

2008 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara lebih mendalam tentang implementasi kesepakatan damai di Provinsi Nangro Aceh Darussalam pasca MoU Helsinki dan implikasinya terhadap ketahanan Nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat diskriptif dengan menekankan pada upaya analisis dan interpretasi akan makna dari gejala yang terjadi dalam konteks sosial, melalui pengumpulan data hasil studi kepustakaan dan wawancara yang dilakukan mulai Juni s/d Desember 2008 di Provinsi NAD. Bertitik tolak dari paradigma fenomenologis yang obyektivitasnya dibangun atas rumusan tentang situasi tertentu sebagaimana yang dihayati oleh individu atau kelompok sosial tertentu dan relevan dengan tujuan penelitian, maka pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan multi disiplin dengan menggunakan teori-teori yang bersifat interdisipliner sesuai disiplin ilmu yang terkait antara lain ilmu politik, sosiologi, psikologi dan perang. Perdamaian di Provinsi NAD seharusnya menjadi fokus seluruh komponen kekuatan bangsa, saat ini terdapat indikasi adanya link antara unsurunsur GAM dengan fihak Asing untuk kepentingan tertentu, yang dapat merugikan bangsa dan negara Indonesia serta mempengaruhi konsistensi perdamaian di Provinsi NAD. Akar persoalan Aceh adalah masalah ideologi politik yaitu keinginan untuk memisahkan diri dari NKRI.

This research is made to know further regarding the implementation of peace agreement (Helsinki MoU) in Nangro Aceh Darussalam (NAD) province and the implementation in the frame work to strengthen national resilience. The research adopts descriptive qualitative method with the emphasize on the effort of analysis and interpretation of events and trends within social context. The data and information are collected through literature study and interview conducted since June to December 2008 in NAD province. From the perspective of phenomenological theory in which the objectivity is based on certain situations as understood by selected individuals or social groups relevant to the purpose of this research. Therefore the approach used in this research is multi-discipline approach based on several different fields of science, including politic, sociology, psychology and military. From the perspective of state’s interest and administrative system, the effort to maintain peace in NAD province during post Helsinki MoU seems to benefit more towards the interest of GAM, and in the contrary it weaken the position of Indonesia in the framework to establish sustainable and respectable reconciliation between GAM and the Indonesian Government. As conclusion the peace agreement between GAM and the Government of Indonesia in NAD province shall be implemented based on “win-win solution” in order to strengthen the national resilience.

Kata Kunci : Kesepakatan damai di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, The consistency of peace agreement in NAD province.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.