Peranan Tri Hita Karana dalam memperkuat ketahanan wilayah di Desa Pakraman Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung-Bali
SUARMINI, Ni Wayan, Prof. DR. Kodiran, MA
2008 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalDewasa ini rasa aman, nyaman dan damai, serta kehidupan sejahtera dan harmonis yang menjadi dambaan setiap orang menjadi sesuatu yang sulit diperoleh. Tri Hita Karana sebagai ajaran merupakan tiga penyebab kesejahteraan, diwujudkan dalam tiga hubungan, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan lingkungannya. Tiga hubungan itu sebagai landasan dalam memperkuat ketahanan wilayah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah implementasi Tri Hita Karana dan faktor-faktor apakah yang mendukung dan menghambat dalam implementasinya, dan bagaimanakah peranan Tri Hita Karana dalam memperkuat ketahanan wilayah di Desa Pakraman Darmasaba. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mengetahui implementasi Tri Hita Karana, mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat proses implementasi dan mengetahui peranan Tri Hita Karana dalam memperkuat ketahanan wilayah. Penelitian ini dilakukan di Desa Pakraman Darmasaba. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, dan data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian yang dicapai adalah Tri hita Karana diimplementasikan secara nyata pada Desa Pakraman Darmasaba, dengan wujud Kahyangan Tiga sebagai media hubungan manusia dengan Tuhan, menyama braya sebagai media hubungan manusia dengan sesama manusia, dan penataan ruang dengan konsep Tri Mandala dan Tri Angga sebagai wujud kepedulian manusia terhadap lingkungan. Faktor-faktor yang mendukung, antara lain: ajaran ini telah dilaksanakan secara turun temurun, sifat warga masyarakat yang komunal. Faktorfaktor penghambat terdapat dari intern warga, seperti: kurangnya upaya pemahaman Tri Hita Karana oleh warga, kurangnya sosialisasi oleh tokoh masyarakat. Implementasi Tri Hita Karana yang dilaksanakan secara nyata dan turun temurun di Desa Pakraman Darmasaba dapat memperkuat ketahanan wilayah.
At present, peace, security, and pleasure are far from our lives. This makes living in harmony is difficult to achieve. Tri Hita Karana causes three prosperities at Desa Pakraman Darmasaba which are implemented in three relations; human to God, human to human, and human to environment as the basis for territorial defense. The problem of the study is how is Tri Hita Karana implemented, what supporting and resisting factors influence the implementation, and What is the role of Tri Hita Karana in reinforcing territorial defense. The objectives of the study are to recognize the implementation of Tri Hita Karana, the supporting and resisting factors influencing the implementation and the role of Tri Hita Karana in reinforcing territorial defense. The research was conducted at Desa Pakraman Darmasaba using interview, observation, and documentation in collecting data which then analyzed qualitatively. The result of the research is that Tri Hita Karana is obviously implemented at Desa Pakraman Darmasaba in the form of Kahyangan Tiga as the relation media for human to God, Menyama Braya as the relation media for human to human, and landscape management using Tri Mandala and Tri Angga as human care to their environment. The supporting factor is that this has been conducted from generation to generation. The resisting factors exist in the community such as the lack of .Tri Hita Karana understanding and awareness raising activities conducted by prominent figures in the communityThe implementation of Tri Hita Karana has been obviously conducted at Desa Pakraman and it succeeded to accomplish territorial defense.
Kata Kunci : Tri Hita Karana,Ketahanan Wilayah,Tri Hita Karana and Territorial Defense