Laporkan Masalah

Analisis kebijakan lahan dan ketahanan pangan terhadap prioritas pengembangan kawasan periurban Kabupaten Bantul

HARYADI, Pulung, Umi Listyaningsih, M.Si

2008 | Tesis | S2 Magister Studi Kebijakan

Penelitian ini dilaksanakan di kawasan periurban Kabupaten Bantul meliputi Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta yaitu Kecamatan Banguntapan, Sewon, dan Kasihan (16 desa). Keterbatasan akan lahan menyebabkan terjadinya persaingan dalam memanfaatkan lahan karena perbedaan kepentingan. Periurban merupakan salah satu kawasan yang mengalami permasalahan di bidang lahan, karena pemekaran yang terjadi di Kota Yogyakarta akibat mulai sulitnya memperoleh lahan untuk pemukiman atau usaha perdagangan dan jasa. Alih fungsi lahan yang terjadi di periurban akan berakibat terganggunya ketahanan pangan di Kabupaten Bantul karena luas lahan sawah di kawasan ini masih cukup besar kurang lebih 4000 ha. Penelitian ini bertujuan unuk mengetahui kebijakan lahan yang berkaitan dengan kondisi alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian dan kondisi ketersediaan pangan di periurban. Hasil yang direroleh dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan prioritas pengembangan kawasan, sehingga bermanfaat untuk meningkatkan fokus kebijakan pembangunan di kawasan periurban Kabupaten Bantul. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data runtun waktu (time series) selama 7 tahun (2000-2006) yang diambil dari beberapa instansi yaiu BPN, Bappeda, Kantor Statistik, Dinas pertanian Bantul ,Kantor Kecmatan dan data primer melalui wawancara kepada pejabat yang terkait dengan penelitian, mantri tani dan beberapa informan dari masyarakat untuk memperoleh persepsi tentang penelitian ini. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dipertajam dengan analisis SWOT. Dari penelitian yang dilakukan.diperoleh hasil bahwa: (1) di periurban terjadi kecenderungan menurun lahannya akibat alih fungsi lahan pertanian sebesar 0,5% per tahun;(2) faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan adalah (a) peningkatan aksebilitas kawasan seperti jalan, tranportasi, serta pusat perdagangan, (b) pertumbuhan penduduk, dan (c) faktor ekonomi seperti dominasi mata pencaharian dan pertumbuhan PDRB; (3) Sampai tahun 2007 ada 4 desa yang sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan pangan penduduknya dan 12 desa masih mampu; (4) Kombinasi dari dua indikator kebijakan lahan dan ketahanan pangan diperoleh 4 kawasan prioritas pengembangan periurban yang sesuai peruntukannya yaitu (a) kawasan pertanian, (b) kawasan industri kecil menengah, (c) kawasan agrobisnis dan agroindustri, serta(d) kawasan perdagangan dan jasa.

This study was conducted in suburban area of Bantul regency covering the districts having direct border to Yogyakarta City, i.e. Banguntapan, Sewon, and Kasihan (16 villages). Land limitation caused competition of land usages based on different interests. Suburban is one of area that have to face these interest conflicts due to settlement spreading in Yogyakarta City because of land limitedness for new area of settlement or service and merchandising. Land usage shifting occurred in suburban area will disturb food tenacity in Bantul Regency because the area of wet rice field in this regency is vast enough covering more than 4,000 hectares. This study is aimed to know the condition of land usage shifting from agriculture to non-agriculture and to know the condition of food tenacity in suburban area, so that there is reason to set area development priority, which is useful for setting development policy in suburban area of Bantul Regency. This study is using secondary data consisted of time series data for the periode of seven years (2000-2006). This data was collected from several institutions such as BPN, Bappeda, Statistic Office, Agriculture Department of Bantul, and district offices. In addition, the study is also using primary data collected by means of interview with those officers having direct interest to this study such as agriculture officials and several groups of people to gather their perceptions about this study. Data analysis is using qualitative methode descriptively and equiped with SWOT analysis. The results of this study are: (1) in suburban area, there are inclination of land decreasing because of land usage shifting about 0.5% annualy; (2) factors influencing land usage shifting are (a) increasing of area accessibilities such as road, transportation, and trade center, (b) population growth, and (c) economic factors such as domination of employment and GDP growth; (3) until 2007 there are 4 villages that were unable to meet the food requirement of their population from their own area and 12 villages were able to meet the food requirement of their population; and (4) for combination of two indicators, i.e. land policy and food tenacity, there are 4 development priority area that having suitable allotment, i.e. (a) agricultural area, (b) small-middle industrial area, (c) agrobussiness and agroindustrial area, and (d) service and commercial area.

Kata Kunci : Alih fungsi laahn, Ketersediaan pangan, Kawasan periurban, land usage shifting, food tenacity, suburban area.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.