Japanese American identity as seen in Monica Sones Nisei Daughter and John Okadas No No Boy
HARJANI, Emilia Tetty, Drs. Achmad Wirono
2008 | Tesis | S2 Pengkajian AmerikaTesis ini merupakan upaya untuk mengupas masalah identitas generasi kedua imigran Jepang di Amerika (Nisei). Dua novel karya pengarang Nisei, Nisei Daughter oleh Monica Sone dan No No Boy oleh John Okada, dibahas untuk melihat pengalaman orang Jepang di Amerika dan mengetahui kendala-kendala mereka dalam perjalanan mereka untuk menjadi orang Amerika. Maka, tesis ini meneliti latar belakang perlakuan orang Amerika kulit putih yang berbeda dengan kelompok etnik lain terhadap imigran Jepang dan keturunannya di Amerika. Studi ini juga meneliti pengalaman masalah identitas orang Amerika keturunan Jepang tersebut, serta tesis ini lebih jauh berusaha menelusuri faktor-faktor yang memberi kontribusi terhadap timbulnya permasalahan tersebut. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, penelitian ini menerapkan teori American Studies dari Thremaine McDowell, yaitu teori rekonsiliasi ‘kala’ dan disiplin-disiplin ilmu, sehingga pendekatan interdisipliner dari sudut pandang sejarah, sosiologi dan sastra digunakan untuk mendekati permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imigran Jepang dan keturunannya mengalami perlakuan berbeda dibandingkan kelompok etnik lain, seperti; kehidupan yang susah, segregasi, dimusuhi orang Amerika kulit dan menjadi target kekerasan karena rasisme dan prejudice orang kulit putih Amerika. Perlakuan racist ini berpuncak pada pemenjaraan imigran Jepang dan keturunannya pada Perang Dunia II. Lebih lanjut studi ini menunjukkan bahwa generasi kedua imigran Jepang di Amerika mengalami masalah identitas karena posisi mereka sebagai warganegara Amerika dengan ras yang berbeda dari orang Amerika kulit putih dan memiliki budaya ganda-Amerika dan Jepang. Ada dua faktor yang memberi kontribusi pada timbulnya masalah identitas ini, yaitu rasisme orang Amerika kulit putih dan budaya etnik Jepang yang dipertahankan oleh Issei (generasi imigran pertama). Namun, rasisme orang Amerika kulit putih ternyata merupakan faktor yang paling menghambat proses mereka menjadi orang Amerika dibandingkan faktor budaya karena inti dari rasisme adalah akses untuk masuk ke dunia orang kulit putih.
This thesis is an attempt to examine the Nisei’s or second generation of Japanese Americans’ identity problem in their journey to be Americans in two works of Nisei authors, Nisei Daughter by Monica Sone and No No Boy by John Okada, to see the Japanese American experience and their obstacles to be Americans. To achieve its purpose, the study investigates the background of the white Americans’ different treatment towards Japanese Americans. It also examines the Japanese American experience of identity problem and it further explores the factors contributive to the problem. To accomplish the objectives, the study applies the American Studies theory proposed by Thremaine McDowell, that is, reconciliation of tenses and disciplines. To apply the theory of reconciliation of disciplines, interdisciplinary approaches are used. These approaches include the historical, sociological and literary approaches. The result of the study shows that Japanese Americans underwent different treatments, such as hardships, hostility, social segregation and targeted violence, due to white prejudice and racism. The racist treatment culminates in the internment of Japanese Americans in the World War II. The study further reveals that the Nisei underwent identity problem because they were dissected by their position as legally American but physically Japanese and of having double cultures. Two factors contribute to this identity problem; the white racism and ethnic cultural maintenance. Racism proves to be the more harmful and impending factor than the cultural factor, since its essence is access to the white mainstream
Kata Kunci : Japanese Americans, Nisei,Identity problem, White racism, Ethnic cultural maintenance