Laporkan Masalah

Penerapan manajemen risiko terhadap pengelolaan aset operasional dan aset tetap dalam pelayanan publik tahun 2008 :: Studi pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumbawa

PARANATA, Ade, Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M

2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini merupakan aplikasi dari konsep manajemen risiko yang difokuskan pada penentuan penerapan manajemen risiko terhadap pengelolaan aset operasional dan aset tetap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumbawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat keeratan hubungan antara variabel bebas secara individual/parsial maupun secara bersam-sama terhadap variabel terikat. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 41 responden. Tempat penelitian dilakukan di Rumah Sakit Kabupaten Sumbawa pada bagian Tata Usaha, keuangan dan perencanaan, keperawatan dan seksi pelayanan, IPSRS, instalasi gizi, fisioterapi, radiologi, gudang obat, instalasi gawat darurat, ICU/ICCU, poli klinik, poli spesialis, laboratorium, instalasi farmasi, kamar operasi/OK, UPF anak, UPF kebidanan, UPF dalam, UPF bedah, VIP. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa dari 3 variabel bebas yang diteliti ternyata variabel pengelolaan risiko secara individual memiliki kontribusi paling besar terhadap penerapan manajemen risiko aset operasional dan aset tetap sebesar 0,2916 (29,16%). Secara serentak variabel bebas memberikan pengaruh sebesar 61 % terhadap penerapan manajemen risiko aset operasional dan aset tetap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumbawa. Hal ini menunjukkan bahwa identifikasi risiko, evaluasi dan pengukuran risiko serta pengelolaan risiko merupakan unsur yang selalu terkait satu sama lain. Penerapan manajemen risiko terhadap pengelolaan aset operasional dan aset tetap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumbawa guna memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa dan memberikan kontribusi bagi PAD

This research was application from risk management concept that focused at implementation of risk management in relation to manage both operational and fix assets at general hospital in Sumbawa Besar Region. The objectives of this research is to analyze strength of relationships between independent variables both partially and commonly to dependent variable. This research use purposive sampling method with sample size about 41 respondents. Research location was general hospital in Sumbawa Besar Region, especially at administration section, nutrition installation, physiotherapy, radiology, medicine warehouse, emergency installation, intensive care unit (ICU/ICCU), polyclinic, poly-specialist, laboratory, pharmacies installation, surgery room, UPF for children, UPF for midwife, internal UPF, UPF for surgery, and VIP. Based on the result from data analyzes shows that from 3 independent variables, risk management variable have biggest contribution individually to risk management implementation by 29,19%. This regards shows that risk management activities produce biggest influence to other activities. Commonly, independent variables produce contribution about 61% to implementation of risk management in relation to manage both operational and fix assets at general hospital in Sumbawa Besar Region. The result of this research shows that risk identification, evaluation, risk measurement, and risk management was element that related one to another. Implementation must do together in unity in regards to support public services in order to improve services quality and finally give significant contributions to PAD.

Kata Kunci : Penerapan manajemen resiko,Aset operasional dan aset tetap,Keeratan hubungan, risk management implementation, operational asset and fix asset, strength of relationships


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.