Laporkan Masalah

Preferensi konsumen rumah tipe menengah di Bandar Lampung :: Studi pada perumahan di Kecamatan Tanjungkarang Timur tahun 2007

BUDIMAN, Arief, Dr. Soeratno, M.Ec

2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Kemampuan untuk memiliki rumah sangat dipengaruhi oleh tingkat penghasilan. Tingkat penghasilan penduduk Bandar Lampung berkisar antara Rp6—9 juta, namun persentase pertumbuhan PDRB cenderung menurun sejak tahun 2002. Hal ini menyebabkan pilihan konsumen terhadap rumah menjadi terbatas. Rumah tipe menengah yang harganya terjangkau dan jangka waktu angsuran yang cukup longgar adalah pilihan yang memungkinkan bagi konsumen. Kecamatan Tanjungkarang Timur adalah kecamatan dengan jumlah pengembang perumahan dan jumlah transaksi terbanyak untuk rumah tipe menengah. Tentunya konsumen memiliki alasan untuk memiliki rumah di kecamatan tersebut. Karena itulah penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis atribut yang menjadi preferensi konsumen rumah tipe menengah di Kecamatan Tanjungkarang Timur. Atribut yang digunakan pada penelitian ini adalah jangka waktu pembayaran, tipe rumah, aksesibilitas, kualitas lingkungan, dan fasilitas. Katagori demografi konsumen meliputi jenis kelamin, umur, anak, pendidikan, dan penghasilan. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang didapat dari hasil kuisioner konsumen yang telah melakukan pembelian rumah di Kecamatan Tanjungkarang Timur pada tahun 2007. Alat analisis yang digunakan meliputi analisis konjoin dan analisis logit. Analisis konjoin dengan menggunakan SPSS untuk mendapatkan kombinasi atribut yang paling disenangi konsumen. Analisis logit digunakan untuk mengetahui pengaruh katagori demografi terhadap prefensi konsumen. Dengan analisis konjoin, penelitian ini menemukan bahwa atribut utama prefensi konsumen rumah tipe menengah adalah jangka waktu pembayaran. Berikutnya adalah aksesibilitas, tipe rumah, fasilitas dan kualitas lingkungan. Pada analisis logit diketahui bahwa katagori demografi berpengaruh terhadap preferensi konsumen. Berdasarkan tingkat penghasilan diketahui bahwa tingkat penghasilan yang berbeda menghasilkan preferensi yang berbeda pula.

The ability to has house very influenced by income level. Bandar Lampung citizen income level range from Rp6-9 million, but growth percentage of PDRB inclined decreased since year 2002. This matter causess consumer choice towards house is limited. Intermediate type house wich achievable the price and spacious enough instalment duration is the choice that make possible for consumer. District East Tanjungkarang is district with the most housing developers and transaction total for intermediate type house. Of course the consumer has reason to has house at district. Because that's this research is done as a mean to analyze attribute that be intermediate type house consumer preferences at district East Tanjungkarang. Attributes that used in this research are payment duration, house type, accessibility, environment quality, and facilities. Consumer demography category covers sex, age, child, education, and income. Data that used in this research is primary data that is got from consumer questionnaire result that do house purchasing at district East Tanjungkarang in the year 2007. Analyzer that used to cover are conjoint analysis and logit analysis. Conjoint analysis by using SPSS to get attribute combination popularest consumer. Logit analysis used to detect demography category influence towards consumer preferences. With conjoint analysis, this research finds that principal attribute intermediate type house consumer preferences is payment duration. Next are accessibility, house type, facilities and environment quality. In logit analysis known that demography category influences consumer preferences. Based on income level is known that different income level produces different preferences.

Kata Kunci : Preferensi,Perumahan,Tipe menengah,Conjoint analysis,Logit analysis,preferences, housing, intermediate type, conjoint analysis, logit analyisis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.