Prospek pinjaman daerah untuk pembiayaan infrastruktur daerah :: Studi alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur Pasar Induk Kabupaten Sumbawa, 2008-2017
SANTOSO, Budi, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc
2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam melakukan pinjaman daerah sebagai altematif pembiayaan pembangunan infrastruktur pasar induk 2008-2017 sesuai perencanaan yang telah dilakukan pada tahun 2007 dalam tata ruang wilayah oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini juga bertujuan menghitung batas maksimum pinjaman yang diperbolehkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah dan melakukan mengestimasi dan menghitung potensi pendapatan retribusi pasar induk serta jumlah angsuran pinjaman dalam pembangunan pasar induk yang akan didanai dengan pinjaman daerah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder runtut waktu {time series) berupa realisasi Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumbawa dari tahun 2001-2007 yang terdiri dari PAD, DBH, DAU dan belanja wajib yang terdiri dari gaji pegawai; serta data rencana pembangiman infrastruktur pasar induk tahun 2007 dengan rencana anggaran biaya sebesar Rp27.058.789.475,00. Alat analisis untuk menghitung kemampuan keuangan daerah melakukan pinjaman adalah perhitungan Batas Maksimum Pinjaman (BMP) dan Debt Service Coverage Ratio (DSCR) serta perhitungan estimasi trend penerimaan umum dan belanja wajib dengan model Least Square Method. Analisis potensi pendapatan retribusi pasar induk dihitung dengan metode perhitungan matematik sederhana berdasarkan tarif retribusi pasar sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 27 tahun 2005 tentang retribusi pasar, dan analisis besar angsuran pinjaman menggunakan metode PMT atau pinjaman yang diamortisasi {amortized loan). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proyeksi kemampuan keuangan tahun 2008-2017 menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa mampu untuk melakukan pinjaman daerah, karena dari hasil proyeksi Debt Service Coverage Ratio (DSCR) sebesar 2,54 diatas syarat minimum 2,5 pada tahun 2008 dengan batas maksimum pinjaman sebesar Rp310.710.671.770,50. Hasil estimasi dan perhitungan potensi pendapatan retribusi pasar induk yang akan didanai dengan pinjaman daerah adalah sebesar Rp4.070.385.000,00, dan dengan pokok pinjaman Rp27.058.789.475,00. Besamya potensi pendapatan retribusi pasar belum mencukupi jika dilihat dari tingkat kewajiban untuk membayar kembali pokok dan bunga pinjaman daerah. Oleh karena semua belanja daerah yang mengakibatkan pengeluaran pada kas daerah hams dianggarkan melalui APBD maka untuk menutupi kekurangan pembayaran angsuran, selain bersumber dari pendapatan retribusi pasar induk, Pemerintah Kabupaten Sumbawa hams menganggarkan sejumlah kekurangan tersebut. Metode pembayaran angsuran yang paling rendah dari hasil estimasi dalam membayar kembali pokok dan bunga pinjaman daerah adalah periode pembayaran angsuran bulanan. Kata-kata kunci: Pinjaman Daerah, DCSR, BMP, Angsuran Pinjaman
This research aims to analyze the financial ability of Sumbawa Regency to give regional loan as alternative funding of infrastructure development of main market during 2008 - 2017 which it was planned in 2007 by Government of Sumbawa Regency in regional spatial planning. This research also aims calculating the maximum limit of allowable loan based on The Governmental Regulation No. 54/2005 about Regional Loan, estimating and calculating the potential revenue of main market retribution and the number of loan installment payment in main market development which will be funded by regional loan. This research used secondary time series data of Sumbawa s General Revenue and Expenditure Budget during 2001- 007 period which consist of Originally Local Revenue, Transferred Share Fund, General Allocation Fund and obligatory expense that consists of civil servant's salary, and also data of infrastructure development of main market in 2007 which it is estimated expense to Rp27.058.789.475,00. Analyzing instruments to calculate the regionally financial ability giving loan are Maximum Limit of Loan (MLL), Debt Service Coverage Ratio (DSCR) and estimated trend calculation of general revenue and obligatory expense by Least Square Method. Potential revenue of main market is analyzed by simply mathematical method from market design data with using rate of market retribution based on Local Regulation of Sumbawa Regency No. 27/2005 about Market Retribution, and loan installment payment is analyzed by Amortized Loan Method. The result of this research can be concluded that financial ability projection of Sumbawa Regency's Government during 2008 - 2017 is able to give a loan for infrastructure development of main market, because DSCR is 2.54, which is higher than minimum requirement 2.5, in 2008 and the limit of maximum loan is Rp. 310.710.671.770,50. The result of estimating and calculating potential retribution revenue of main market that will be funded by regional loan is Rp.4.070.385.000,00, and basic loan is Rp.27.058.789.475,00. The potential revenue of market retribution can not afford to pay the installment, both the basic loan and the interest loan. Therefore, the Sumbawa Regency government must also allocate the installment repayment in General Revenue and Expenditure Budget to cover the deficit. By estimating the ability to repay the basic and interest loan is known that the lowest installment payment method is monthly. Key Word : Regional Loan, DSCR, BPM, Payment installment
Kata Kunci : Pinjaman daerah, DCSR, BMP, Angsuran pinjaman