Valuasi dampak negatif PT. Tirta Investama terhadap nilai ekonomis sumber daya air di Klaten Jawa Tengah
ISMAIL, Gofar, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si
2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanAir merupakan barang yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Air bisa dikategorikan menjadi barang bebas manakala jumlah yang tersedia melebihi jumlah yang dibutuhkan, namun dapat pula menjadi barang bernilai ekonomis ketika jumlah yang dibutuhkan lebih besar dari jumlah yang tersedia sehingga terjadi kompetisi dalam penggunaanya. Penelilian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengambilan air tanah oleh PT. Tirta Investama yang melakukan pengeboran di dekat sumber air Cokro, tehadap nilai ekonomis sumber daya air tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah dengan melihat dampak terjadinya kekurangan air irigasi pada wilayah pertanian yang sebelumnya mendapatkan cukup air irigasi dari sumber air Cokro, tetapi kemudian mengalami kekurangan air irigasi akibat berkurangnya debit sumber air Cokro. Metode yang digunakan adalah Hedonic Price Method, di mana nilai manfaat ekonomis yang hilang dari sumber daya air didekati dengan harga implisit dari nilai sewa tanah pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kekurangan air irigasi telah menurunkan nilai sewa tanah penanian di wila>ah Kecamatan Juwiring sebesar 22,5% dibandingkan nilai sewa tanah pertanian yang tidak mengalami kekurangan air irigasi. Nilai ekonomis yang hilang dari sumber daya air sebagai dampak negatif dari PT. Tirta Investama adalah sebesar Rpl.204.807.000,00 (satu milyar dua ratus empat juta delapan ratus tujuh ribu rupiah) pada tahun 2007. Kata kunci: air, irigasi, dampak kekurangan air irigasi, nilai sewa tanah pertanian, hedonic price method
Water is the most important resource to the human basic needs. It is categorized as non economic goods when it supplies exceeds demands, otherwise it is become an economic goods due to competition in its use. The aim of this research is to analyze the influence of ground water pumping (near by the Cokro water spring) by the operation of PT. Tirta Investama on the economic values of the water resource. The lacks of water for irrigational purposes on the surrounding area after the operational of PT. Tirta Investama were used as the approach to determine the influences. The hedonic-pricing method were used, as the proxy of the lost of economic values from the water resource, were the implicit price of farming-land rent. The result of this research shows that the lack of water for irrigation purposes in the Kecamatan Juwiring (due to ground water pumping) were decrease the farming-land rents by 22.5% (compared by those with normal irrigational water supply). The lost of the economic values of water resource as the negative impact of the operational of PT Tirta Investama is Rp1,204,807,000.00 (one billion two hundred and four million eight hundred and seven thousand rupiahs) in the year of 2007. Keywords: water, irrigation, negative impact, farming-land rent, hedonic pricing method
Kata Kunci : Air,Irigasi,Dampak kekurangan air irigasi,Nilai sewa tanah pertnian,Hedonic price methol