Laporkan Masalah

Potensi penerimaan pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Boalemo 2005

SURATINOYO, Rahmat, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc

2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Berdasarkan Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah dan Undang-Undang nomor 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah, bahwa untuk penyelenggaraan otonomi daerah diperlukan wewenang dan kemampuan pemerintah menggali sumber-sumber penerimaan daerah yang salah satunya adalah dari penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan. untuk mengoptimalkan penerimaan PBB perlu diciptakan suatu strategi pengelolaan PBB dengan baik sehingga menjadi salah satu prospek penerimaan daerah Kabupaten Boalemo di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan proyeksi penerimaan PBB sektor perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Boalemo. Alat analisis yang digunakan adalah analisis potensi dan proyeksi. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa potensi penerimaan PBB tahun 2005 yang ditetapkan oleh pemda Boalemo dan kantor pelayanan PBB Gorontalo Rp397.000.000 belum sesuai dengan potensi yang sebenarnya hasil analisis tahun 2005 Rp486.937.845, di samping itupula target yang ditetapkan Rp300.352.000 belum sesuai dengan potensi yang sebenarnya Rp486.937.845, hanya sebesar 61,68% seharusnya target yang optimis sebesar 80% dari potensi yang sebenarnya Rp389.550.275 berarti penetapan target masih perlu ditingkatkan. Selanjutnya sesuai hasil analisis proyeksi potensi penerimaan PBB tahun 2006 – 2010 meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 8,47%, dengan rincian proyeksi untuk tahun 2006 sebesar Rp525.351.151, tahun 2007 sebesar Rp567.836.781, tahun 2008 sebesar Rp616.105.224, tahun 2009 sebesar Rp670.599.268 dan tahun 2010 sebesar Rp731.303.209. Hal ini berarti bahwa prospek penerimaan PBB terus akan bertambah dan pertumbuhan penerimaan akan lebih baik lagi apabila pendataan dilakukan secara akurat setiap tahun dan peningkatan sumber daya manusia pengelola serta koordinasi terus ditingkatkan.

Based on the laws number 32 in 2004 about district government and the laws number 33 about finances equalization, in which to implementation of district’s autonomy that one of them is from revenue of building and land tax. For optimalization revenue of building and land tax, it’s important to created one of strategy to management of revenue building and land tax, well. There’s to be one of prospect district revenue in Boalemo regency in the next time. The aim of this research are to know about the potency and projection of revenue building and land tax in rural and urban sector in boalemo regency. The instrument of this analysis that used is potency and projection analysis. The result of this analysis show that revenue of building and land tax in 2005 that constanted by district government of Boalemo and office serves in revenue of building and land tax in Gorontalo Rp397,000,000 appropriate yet with the truth potention of result analysis in 2005 is Rp486.937.845 that only as big as 61.68%. The target should be optimist as big as 80% and the potency should be Rp389.550.275 it means the target of determining must be increased. The next that based on the result analysis of potency projection in revenue of building and land tax in 2006 – 2010 increasing by growth of rate is 8,47% with the detail projection in 2006 as big as Rp525.351.151, in 2007 as big as Rp567.836.781, in 2008 as big as Rp616.105.224, in 2009 as big as Rp670.599.268, and in 2010 as big as Rp731.303.209. It means that prospect revenue of building and land tax will be increase and the growth of revenue will be better if the data collection is conducted accurately every years and the increasing of management in human resource also coordination must be increased directly

Kata Kunci : Penerimaan pajak bumi dan bangunan,Penyelenggaraan otonomi daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.