Faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan pengungkapan wajib laporan keuangan pada industri manufaktur yang termasuk dalam saham-saham LQ 45 di Bursa Efek Indonesia
ANDRIASARI, Deasy, Sukmawati Sukamulja, Prof., Dr
2008 | Tesis | S2 Magister ManajemenBEI masih berada pada tahap emerging market, oleh karena itu penerapan regulasi inforraasi keuangan masih belum seketat yang diterapkan oleh negara-negara maju. Di lain pihak, pengungkapan laporan keuangan merupakan hal penting, karena akan mampu memberikan gambaran mengenai kineija dan operasional perusahaan yang sesungguhnya, sehingga akan mampu meningkatkan kredibilitas perusahaan dan meningkatkan kepercayaan para investor. Informasi yang terkandung dalam laporan keuangan sangat penting, karena merupakan dasar untuk mengalokasikan dana-dana investasi secara efisien dan produktif. Informasi yang berkualitas akan sangat berguna untuk menurunkan asimetris informasi, dimana satu pihak mengetahui lebih banyak daripada pihak lainnya. Salah satu bentuk kualitas pengungkapan adalah tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Luez dan Oberholzer-Gee, tingkat ketaatan erusahaan-perusahaan publik di Indonesia terhadap pengungkapan wajib masih rendah. Oleh karena itu, penelitian ini mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapmi wajib laporan keuangan tahunan pada industri manufaktur yang termasuk dalam saham-saham LQ 45 di BEI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel total aset, rasio leverage, rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rate of return, kepemilikan saham oleh publik dan umur perusahaan secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap luas pengungkpan wajib. Variabel-variabel tersebut secara individu memiliki pengaruh terhadap luas pengungkapan wajib dalam laporan keuangan. Pada penelitian ini juga diungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan manufaktur yang termasuk dalam saham-saliam LQ 45 mulai dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 memenuhi pengungkapan wajib maksimal 34,977% dari yang seharusnya wajib diungkapkan.
BEI still in emerging market level, therefore applying of monetary information regulation still not yet as tight as applied by advance countries.. On the other hand, financial statement expression represent important matter, because it will be able to give a profile concerning company operational dan performance truthfully, so, that will be able to improve company credibility and improve trust investors. Information which implied in financial statement is important, because representing basis for investment funds allocation efficiently and productively. Information wich with quality, will very good for degrading unsimmetrical information, where one party know more than other party. One of the form ofexpression statement quality is level broadness of financial statement expression. According to stutfy done by Luez and Oberholzer-Gee, mount adherence of public companies in Indonesia still lower. Therefore, this researchlay open factors influencing financial statement expression obliged to be annual at manufacture industry which included in shares of LQ 45 in BEI. Result of this research indicate that total asset, leverage ratio, likuidity ratio, profitability ratio, rate of return, ownership share by public, and company age by together give influence to wide of expression obliged to. The variables individually have influence to wide of expression obliged to in financial statement. At this research, also laid open that manufacture industry which is included in share of LQ 45 starting from 2003 up to 2006fulfilling expression obliged to be maximal 34.977% from which ought to obliged to be laid open.
Kata Kunci : Penerapan regulasi,Informasi keuangan,Alokasi dana investasi,Bursa Efek Indonesia