Analisis strategi penetapan biaya pokok penyediaan bahan bakar minyak pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
ISNAINI, Eko Budiwiyono, Drs., MBA
2008 | Tesis | S2 Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode perhitungan biaya pokok penyediaan BBM guna memperoleh suatu formula untuk memperkirakan biaya pokok penyediaan berbagai jenis BBM sebagai dasar pertimbangan dalam menyusun kebijakan harga BBM diantaranya penetapan besaran subsidi dan pemilihan badan usaha penyelenggara pengadaan dan distribusi BBM bersubsidi. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Burni dalam penetapan biaya pokok penyediaan BBM. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi deskriptif non eksperimental dengan mengamati biaya penyediaan BBM yang meliputi biaya pengadaan BBM di kilang minyak dan biaya distribusi BBM serta studi kepustakaan dan studi kasus dengan mengumpuJkan data primer dan data sekunder biaya pengolahan minyak mentah dan distribusi BBM pada kilang minyak dan Unit Pemasaran PT. Pertamina (Persero) Balikpapan, Kalimantan sebagai dasar bagi penulis dalam membuat perhitungan biaya pokok penyediaan BBM. Data tersebut ·kemudian dievaluasi, diformulasikan dalam perhitungan, dianalisa atas hasil perhitungan tersebut sebagai dasar untuk kesimpuJan. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan biaya pokok pengadaan BBM dengan model Activity-Based Costing menggunakan API gravity sebagai basis alokasi biaya dan model Aggregate Costing menggunakan harga pasar produk sebagai basis alokasi biaya serta biaya pokok transportasi BBM dan penyimpanan. Biaya pokok transportasi BBM yang dikaji dalam penelitian ini adalah biaya pokok transportasi laut menggunakan tanker dan biaya pokok transportasi BBM melalui pipa salur. Biaya pokok transportasi moda lainnya (kereta api, kapal kecil, dan truk tangki) dihitung langsung dari tarif biaya angkut yang berlaku. Perhitungan biaya pokok penyimpanan BBM dimodelkan dengan pendekatan average unit cost. Komponen biaya penyimpanan terdiri atas komponen investasi dan biaya operasi. Hasil penelitian menunjukkan kedua model memberikan biaya pokok per jenis BBM yang tidak jauh berbeda. Dibandingkan model ABC, model agregat lebih sederhana dan memerlukan data lebih sedikit namun tetap mampu secara rasional melakukan diferensiasi biaya per jenis BBM. Biaya pokok berdasarkan MOPS lebih tinggi daripada biaya pokok berdasarkan aggregate costing model. Dengan metoda ABC-API produk-produk yang mempunyai nilai API gravity besar mendapatkan pembobotan yang lebih besar. Demikian juga halnya metoda agregat, produk-produk dengan harga tinggi pada umumnya mempunyai nilai API tinggi pula. Kata kunci : biaya pokok pengadaan, pengangkutan, penyimpanan BBM.
This reasearch is aimed to analyze the methode of determining fuel products purchasing cost in order to have the forcasting formula for each type of fuel that can be used as the reference for the government in deciding fuel pricing policy such as for determination the amount of subsidize for fuel products and the selection of business entity in providing subsidized fuel for domestic need. The result of this research is hopefully can be used as the input for Directorate General of Oil and Gas, The Ministry of Energy and Mineral Resources in determining the the cost for fuel products purchasing. In this research, the non experimental descriptive study approach is used by evaluating the cost of fuel products purchasing including purchasing cost at refinery and distribution cost and also library and case study approach by collecting primary and secondary data of refining and distribution of fuel products from PT. Pertamina (Persero) Balikpapan for the evaluation and formulation as the base for the conclution of this research. The calculation of the fuel purchasing cost in this research is using activitybased costing model based on American Petroleum Institute (API) gravity and aggregate costing model based on fuel products market price in allocating of fuel products cost, transportation and storage cost. Transportation cost of the fuel products is cost of transporting fuel by tanker, pipeline, and other mode of transportation such as train, ship and tank truck that calculating based on the transportation fare. The storage cost is based on average unit cost include the capital and operating cost. The result of this research indicates that both activity-based costing and aggregate costing model have sligthly difference in numbers of the fuel products purchasing cost at the refinery. The Mid Oil Platt's Singapore based cost is higher than the aggregate costing based. Aggregate costing model is more simply than activity based costing model. The high API gravity grade and price of the fuel products results higher weighted and higher purchasing cost. Key words : fuel products purchasing, transporting and storage cost.
Kata Kunci : Biaya pokok pengadaan,Pengangkutan,Penyimpanan BBM