Laporkan Masalah

Analisis Efektivitas Internal Risk Rating (IRR) Bank Danamon dalam Mengukur Kualitas Kredit Debitur: Studi Empiris Debitur Korporasi dan Komersil

PELAWI, Nomensen, Slamet Sugiri, Prof., Dr., MBA

2008 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Kuantifikasi risiko kredit bermanfaat bagi bank dalam menentukan provisi dan cadangan untuk mengatasi kerugian yang ada (expexted loss) serta memperkirakan besarnya economic capital yang harus tersedia untuk menyerap potensi risiko kredit yang akan muncul (unexpected loss). Internal Risk Rating (IRR) Bank Danamon merupakan salah satu alat ukur metode perhitungan risiko kredit yang digunakan dalam keputusan kredit. IRR ditentukan oleh 3 variabel utama yakni aspek keuangan, latarbelakang perusahaan dan manajemen, dan prospek industri serta ditambah dengan faktor jaminan dan riwayat kredit debitur. Dalam penelitian ini penulis melakukan pengujian efektifitas IRR Bank Danamon tersebut dalam mengukur kualitas aktiva (kolektibilitas) debitur sesuai ketentuan Bank Indonesia dengan sampel data debitur Korporasi dan Komersial per 31 Desember 2006. Berdasarkan hasil dua uji efektifitas yang dilakukan, IRR Bank Danamon disimpulkan efektif dalam mengukur kolektibilitas debitur sesuai Bank Indonesia dengan ketepatan sebesar 91,67% dari total sampel data atau 96,67% untuk pengelompokan kedalam debitur kategori performace loan (PL) dan default loan (DL). Uji efektifitas kedua, IRR Bank Danamon disimpulkan kurang efektif dalam mengukur kolektibilitas debitur dalam satu tahun kedepan dimana terdapat 10 debitur yang mengalami penurunan kolektibilitas diataranya 6 debitur menurun dari PL menjadi DL atau type case-I (merekomendasikan debitur yang sebenarnya bermasalah (DL)). Untuk meminimalisasi debitur type case-I, model IRR Bank Danamon akan dilakukan adjusment atau penyesuaian dengan menggunakan pendekatan model prediksi yakni analisis diskriminan (discriminant analysis) dengan variabel independen terdiri dari : aspek keuangan (X1), latarbelakang perusahaan dan manajemen (X2) dan prospek industri (X3). Penyesuaian dilakukan dalam menentuan refusal level untuk mengklasifikasikan debitur performing loan (PL) dan default loan (DL). Dari hasil analisis diskriminan yang kemudian di-sensitize dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang berpengaruh untuk menentukan kelompok PL dan DL adalah aspek keuangan dan prospek industri sehingga diperoleh model prediksi : Z = 2,026X1 + 12,798X3 10,817 dan cutting score (Zcs) sebesar 0,3. Kesalahan pengelompokan diperoleh sebanyak 8 (delapan) debitur dimana 7 (tujuh) debitur merupakan type case-1 dan 1 (satu) debitur type case-2 (menolak debitur yang sebenarnya bagus). Diusulkan perubahan refusal level atau rentang kriteria debitur default loan sesuai model IRR Bank Danamon, yaitu dari kondisi awal yang termasuk debitur default loan adalah debitur yang memiliki rating CC/8 hingga D/10 dinaikkan menjadi dari rating BB/5 hingga D/10.

Credit risk quantification support bank to provide provision and allowances to cover expected loss and prepare economic capital to cover unexpected loss. The Internal Risk Rating (IRR) of Danamon Bank as one of measurement tools the calculation credit risk method which is used in credit decisions. In the research, the researcher do examined effectivity of the Danamon's IRR to measure quality of activa (collectibility) of debtor according to Bank Indonesia regulation with data sampling by Corporate and Commercial debtors as of December 31, 2006. Based on the result of 2 (two) effectivity trials, the Danamon's IRR is quite effective to measure the collectibility of debtor appropriate to Bank Indonesia regulation with 91 ,67% by accuracy level from total data sampling or 96.67% by accuracy level to grouping into categories as performance loan (PL) and default loan (DL). The second, Danamond's IRR is not effective to measure collectibility of debtor appropriate to prediction one year later in which there are having 10 (ten) debtors downgrade and 6 (six) debtor among other downgrade from PL become DL or type case-I (debtor accepted in actually category as defauld loan). To minimalize the debtor's type case-I that througt Danamon's IRR model will done adjustment by used prediction model viz discriminant analysis which is the independent variables consist of : performance assesment (X1), background corporate and management (X2), and industry rating (X3). Adjusment of the Danamon's CRR model will used to determine refusal level to classified as PL or DL. Based on the result of discriminant analysis and its sensitized, the conclution that performance assesment (X1) and industry rating (X3) are as variable independent influenced to determine debtor as PL group or DL group through prediction model : Z = 2.026X1 + 12.798X3 10.817 and cutting score (Zcs) arround 0.3. Grouping error obtained 8 (eight) debtors among others 7 (seven) debtors category as type case-1 (debtor accepted in actually category as bad loan) and other debtor category as type case-2 (debtor refusal in actually category as perform loan). As suggestion that the refusal level as DL debtor should be modified the original rating from CC/8 to D/10 upgrading from BB/5 to D/10.

Kata Kunci : Internal risk rating, Performing loan, Default loan, Discriminant analysis,Sensitize,Refusal level, Internal Risk Rating, Performing Loan, Default Loan, Discriminant Analysis, Sensitize, Refusal Level

  1. S2-FEB-2008-Nomensen_Pelawi-Abstract.pdf  
  2. S2-FEB-2008-Nomensen_Pelawi-Bibliography.pdf  
  3. S2-FEB-2008-Nomensen_Pelawi-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-FEB-2008-Nomensen_Pelawi-Title.pdf